LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 1.666 warga Baduy hari ini, Jumat 2 Mei 2025 akan menggelar prosesi Seba Baduy yang akan dilaksanakan di Pendopo Bupati Lebak.
Seba Baduy merupakan ritual penyampaian rasa syukur atas hasil panen selama satu tahun. Seba dilaksanakan setelah mereka melaksanakan ritual kawalu atau puasa selama tiga bulan.
Sekda Lebak Budi Santoso mengatakan, bahwa Seba Baduy merupakan perwujudan rasa syukur atas panen melimpah selama 1 tahun sekaligus ajang silaturahmi anatara warga Baduy dengan pimpinannya dalam hal ini adalah Bupati dan Gubernur.
“Baduy harus dijadikan tuntutan bukan hanya sekadar tontonan karena banyak memiliki pikukuh atau prinsip hidup yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat adat Baduy. Kita patut contoh tradisi Baduy dalam melestarikan alam, menjaga alam,” kata mantan kepala BKAD Lebak ini, Jumat 2 Mei 2025.
Sementara itu Kepala Disbudpar Lebak Imam Rismahayadin mengatakan, legecy dari warga Baduy ini dapat terus ditiru dan ikut dalam melestatikan alam dan menjaga alam.
Dia mengatakan, Seba Baduy yang akan diikuti oleh sekira 1.666 warga Baduy. Jumlah ini terbanyak pasca covid-19.
Imam menyatakan, masyarakat adat Baduy tiap tahun menggelar tradisi Seba Baduy menghadap ibu gede (Bupati). Mereka biasanya membawa hasil bumi untuk diserahkan kepada Bupati dan Gubernur Banten.
“Masyarakat adat Baduy Dalam jalan kaki dari Ciboleger ke Rangkasbitung, sedangkan untuk masyarakat adat Baduy Luar naik kendaraan,” katanya.
Menurutnya, Seba Baduy merupakan tradisi unik yang tidak ada di kabupaten/kota lain di Indonesia. Tradisi tersebut sudah dilaksanakan sejak zaman Kesultanan Banten. Masyarakat adat harus jalan kaki puluhan kilometer untuk bersilaturahmi dengan pemimpin pemerintahan.
“Ya, hampir setiap tahun tadisi yang unik ini selalu menarik wisatawan, karenanya kita siapkan berbagai kegiatan untuk menghibur wisatawan yang datang ke Lebak,” imbuhnya.
Kata dia, tradisi Seba Baduy harus dilestarikan. Apalagi, tradisi tersebut telah menjadi destinasi wisata unggulan di Lebak. Karenanya, pemerintah harus mengoptimalkan potensi wisata tersebut untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat.
Editor: Abdul Rozak











