LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Ribuan warga Baduy begerak menuju Pendopo Gubernur Banten untuk melakukan ritual Seba Baduy setelah melakukan prosesi Seba di Pendopo Bupati Lebak. Kebeangkatan warga Baduy dimulai pagi ini, Sabtu 3 Mei 2025.
Dalam gelaran seba kali ini, total ada 1.669 warga Baduy luar dan dalam yang berjalan dari Desa Kanekes menuju Pendopo Bupati Lebak dan Pendopo Gubernur Banten di Kota Serang.
Kehadiran ribuan warga Baduy untuk melakukan ritual seba atau ungkapan dan persembahan hasil panen dari warga Baduy kepada Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah Provinsi Banten.
Seba Baduy sudah digelar setiap tahun oleh masyarakat ada Baduy yang merupakan tradisi warga Baduy dari ratusan tahun lalu.
Pagelaran Seba tahun ini, merupakan Seba Gede artinya Seba Besar yang banyak diikuti warga Baduy dan hasil panen yang diberikan melimah dan banyak.
Rianti Amalia warga Jakarta sekaligus pengunjung, mengungkapkan rasa bangga dengan tradisi Seba Baduy. Ini adalah warisan budaya yang harus dijaga dan dihormati.
“Setiap tahun, saat warga Baduy Dalam dan Luar datang berjalan kaki untuk bertemu pemerintah daerah, saya merasa tersentuh melihat ketulusan dan kesederhanaan mereka,”kata Rianti saat berada di halaman Pendopo Bupati Lebak, Sabtu 3 Mei 2025.
Menurut Rianti, Seba menjadi wejangan bagi semua warga tentang arti menjaga alam dan budaya. “Kehadiran mereka mengingatkan kita semua untuk hidup lebih dekat dengan alam dan menjaga nilai-nilai leluhur,” imbuhnya.
Tema Seba tahun ini, “Ngajaga Tradisi, Ngajaga Harmoni, Pikeun Indonesia Maju”, menjadi penegasan spiritual sekaligus perlawanan halus terhadap ekspansi modernisasi sebagai tanah adat dan kelestarian alam.
Acara yang puncak Seba dihadiri oleh pejabat daerah, tokoh adat, serta pengunjung dari berbagai penjuru Indonesia. Di tengah derasnya arus pembangunan, Seba Baduy tetap menjadi penyeimbang suara alam yang menolak dilupakan.
Seba bukan hanya sekadar pagelaran, seba merupakan tradisi rutin yang dijadikan sebagai tradisi yang mengajar agar semua masyarakat bisa menjaga alam dan tradisi.
Tradisi Seba menunjukan arti ketananan pangan karena dalam prosesnya warga Baduy memberikan hasil panen yang dari tanah Baduy.
Editor: Bayu Mulyana











