TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) atau Kepala Badan Perlindungan Pekerja Imigran Indonesia (BP2MI) Abdul Kadir Karding melakukan kunjungan kerja ke Balai Latihan Kerja (BLK) UPTD Latker Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten di Kota Tangerang Selatan. Pada kesempatan itu, Abdul Kadir menyampaikan, pihaknya mendorong Pemprov Banten untuk bekerjasama dengan BP2MI untuk mengoptimalkan BLK tersebut dalam rangka upaya penanganan angka pengangguran khususnya di Provinsi Banten.
“Kami tawarkan umur 15 sampai 29 tahun dilatih secara terintegrasi di balai UPTD ini, lalu kita latih skilnya dan bahasanya. Kemudian sertifikasi dan dokumen lainnya kita urus bersama. Tapi memang harus didesain khusus dan kami akan mendorong kerja sama dengan Pak Gubernur,” ujar Abdul Kadir. Ia juga mendorong agar BLK milik Pemprov Banten itu untuk dijadikan sebagai sentral vokasi bagi calon pekerja migran yang akan ditempatkan di sejumlah negara.
“Itu yang menjadi tujuan utama kunjungan ke UPTD hari ini. Nanti bentuknya bisa pelatihan las, kelistrikan, kecantikan, dan semua kebutuhan industri,” terangnya.
Dalam kunjungan kerja itu, Menteri P2MI Abdul Kadir Karding diterima langsung Gubernur Banten Andra Soni, Wakil Ketua DPRD Banten Yudi Budi Wibowo beserta sejumlah kepala OPD di Lingkungan Pemprov Banten. Mereka juga meninjau sejumlah gedung workshop pelatihan yang berada di BLK UPTD Latker Disnakertrans Provinsi Banten. Usai meninjau gedung workshop, Andra bersama Abdul Kadir dan rombongan meninjau asrama bagi para peserta pelatihan yang tidak jauh dari lokasi.
Atas kunjungan kerja Menteri P2MI, Andra mengaku akan menindaklanjuti arahan dari Abdul Kadir. Arahan tersebut di antaranya adalah mengoptimalkan BLK dan membangun sinergi dengan pihak-pihak terkait untuk melahirkan para calon pekerja yang ahli dan mampu memenuhi kebutuhan Industri. “Kami punya fasilitas seperti ini. Tinggal kami optimalkan dan membangun sinergi dengan kementerian,” tegasnya.
Ia punya keyakinan balai ini mampu menghasilkan calon pekerja yang expert (ahli atau pakar), baik untuk luar negeri maupun kebutuhan industri di Banten. “Kami akan optimalkan betul dan dalam waktu segera kami akan koordinasi dengan BLK-BLK yang ada di kabupaten/kota,” sambungnya.
Editor: Bayu Mulyana











