PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 200 titik jalan lingkungan di Kabupaten Pandeglang tercatat masih dalam kondisi kumuh. Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) setempat menyebut kondisi ini berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat dan menghambat pembangunan daerah.
Kepala DPKPP Kabupaten Pandeglang, Roni, menyampaikan bahwa ratusan titik tersebut telah diusulkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030 sebagai prioritas perbaikan.
“Kurang lebih ada 200 titik jalan lingkungan yang masih kumuh di Kabupaten Pandeglang dan menjadi target untuk diselesaikan di masa kepemimpinan Ibu Bupati Dewi dan Pak Iing,” kata Roni kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin, 19 Mei 2025.
Roni menjelaskan, titik-titik itu tersebar di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Labuan dan pusat Kota Pandeglang. Biaya perbaikannya saat ini masih dalam tahap penghitungan.
“Misalnya saja di Kecamatan Labuan dan pusat Kota Pandeglang. Untuk besaran biayanya, saat ini masih dalam tahap penghitungan,” ujarnya.
Menurutnya, penataan jalan lingkungan kumuh penting dalam rangka percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup warga.
“Lingkungan yang kumuh menjadi fokus kami karena memberikan dampak buruk, terutama terhadap kesehatan, lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.
Roni juga menyoroti risiko kesehatan akibat kondisi jalan yang rusak dan tidak memadai.
“Jalan yang rusak atau tergenang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk dan serangga pembawa penyakit, seperti demam berdarah dan penyakit lainnya. Oleh karena itu, 200 titik lokasi jalan lingkungan yang kumuh di Kabupaten Pandeglang menjadi target sasaran kerja kami yang akan diusulkan setiap tahunnya,” ucapnya.
Ia berharap perbaikan bisa mulai terealisasi melalui APBD Perubahan 2025.
“Kalau di APBD murni ini belum mulai. Mudah-mudahan di APBD Perubahan nanti sudah bisa dimulai,” harapnya.
Warga Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Suhendar, menilai program penataan sebelumnya masih belum optimal.
“Namun saat ini belum tuntas, karena lingkungannya masih terlihat kumuh,” katanya.
Ia berharap program Kotaku dari Pemprov Banten yang dijadwalkan kembali berjalan pada 2026 bisa menyelesaikan persoalan tersebut.
“Ya, semoga saja dapat direalisasikan sehingga lingkungan dapat terlihat lebih rapi, jalannya bagus, dan tidak ada saluran air yang tersumbat,” ujar Suhendar.
Camat Labuan, Yayat Hidayat, menyebutkan ada empat desa yang masuk skala prioritas penataan wilayah kumuh.
“Desa Labuan, Desa Cigondang, Desa Kalanganyar, dan Desa Teluk. Dengan adanya program tersebut, tentunya kami menyambut baik. Mudah-mudahan dapat terealisasi karena menurut rencana memang akan ada penataan kawasan kumuh di Desa Cigondang,” katanya.
Editor: Merwanda











