SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wali Kota Serang, Budi Rustandi, turun langsung ke SDN 02 Kota Serang dalam sebuah inspeksi mendadak (sidak) pada Senin, 19 Mei 2025. Langkah cepat ini diambil setelah muncul keluhan dari sejumlah orang tua murid terkait dugaan guru yang jarang hadir di kelas serta tugas rumah (PR) yang dinilai terlalu sulit bagi siswa.
Sidak dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB untuk menggali informasi langsung dari guru dan kepala sekolah terkait dugaan tersebut. Budi menegaskan bahwa dirinya tidak ingin dunia pendidikan di Kota Serang tercoreng hanya karena kelalaian oknum.
“Kami ingin memastikan pelayanan pendidikan tetap berjalan sesuai standar. Keluhan orang tua harus ditanggapi secara cepat dan terbuka,” tegasnya.
Dalam kunjungan itu, Budi meminta pihak sekolah menyerahkan daftar absensi guru ke kantor Wali Kota untuk diverifikasi. Ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam memastikan kehadiran dan tanggung jawab para tenaga pendidik.
“Setiap kritikan kami terima, selama itu bukan fitnah,” ujar Budi Rustandi di hadapan para guru.
Ia juga mengingatkan pentingnya prinsip tabayun atau klarifikasi sebelum mengambil kesimpulan atas persoalan yang mencuat.
Lebih lanjut, Budi menyoroti peran kepala sekolah dan jajaran pimpinan di dunia pendidikan yang menurutnya harus menjadi contoh sekaligus motor penggerak semangat bagi para guru.
“Komunikasi itu penting. Jangan sampai ada miskomunikasi yang justru mengganggu proses belajar-mengajar,” tambahnya.
Menanggapi sidak tersebut, Kepala SDN 02 Kota Serang, Salmi, membantah tudingan bahwa guru-guru di sekolahnya sering absen.
“Semua guru sudah hadir sejak pukul 06.30 WIB. Dan pada pukul 06.45 WIB kami melakukan doa bersama untuk anak-anak murid,” katanya.
Editor: Merwanda











