PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tembok Penahan Tanah (TPT) Bendungan Badudun di Desa Banyubiru, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang mengalami ambruk karena tanah longsor. Waktu kejadian ambruknya TPT Bendungan Badudun pada akhir tahun 2024 akibat derasnya aliran luapan dari sungai Badudun.
Bendungan Badudun ini memiliki manfaat untuk mengairi lahan pertanian dan juga sebagai destinasi wisata baru di Desa Banyubiru, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. Selain itu aliran airnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih dikala musim kemarau.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Nawawi Nurhadi mengatakan, kalau ia mendapatkan informasi kondisi TPT Bendungan Badudun ambruk dan sudah lama dibiarkan.
“Kemudian saya ke sini ingin melihat secara langsung. Tentu ini sangat memprihatinkan karena bendungan ini sebetulnya tidak terlalu besar, tapi tadi saya lihat sepertinya kurang ada perawatan dan perhatian dari pemerintah,” katanya kepada kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu, 1 Juni 2025.
Padahal, Nawawi menjelaskan, sebetulnya bendungan ini sangat potensi sekali mengairi sekitar 300 hektar persawahan di sekitaran Kecamatan Labuan.
“Bukan hanya itu saja, ini kan sudah menjadi tempat wisata ya, banyak pengunjung, banyak masyarakat yang sengaja datang untuk mandi. Dan saya juga penasaran makanya datang ternyata luar biasa suasananya masih asri dan airnya juga masih bersih dan alami,” katanya.
Namun, diungkapkan Nawawi, kondisi TPT Bendungan Badudun saat ini dalam kondisi ambruk. Sehingga perlu dilakukan penanganan cepat.
“Kalau ini dibiarkan sangat berbahaya juga karena turap-turapnya sangat rawan longsor, karena kebetulan bendungan ini diapit ada perbukitan kecil. Jadi tolong kepada pemerintah daerah dan pusat tolong di perhatikan karena kami melihat bendungan ini sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Bendungan Badudun ini selain dibutuhkan untuk mengairi persawahan, ini juga sudah menjadi tempat wisata.
“Jadi harus aman dan nyaman juga. Untuk kewenangan penanganan bendungan ini pusat (Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian). Insyaallah nanti akan saya sampaikan dengan dinas terkait untuk segera di tindaklanjuti, dan kalaupun memang anggaran perlu besar mudah-mudahan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian memberikan perhatian karena ini untuk pertanian juga, karena Presiden Prabowo konsen sekali terhadap swasembada pangan bagaimana peningkatan hasil pertanian, tentunya harus ditunjang dengan sarana infrastruktur memadai,” katanya.
Lebih lanjut Nawawi mengatakan, secara kebetulan dirinya di Komisi IV bermitra dengan Dinas PUPR.
“Saya insyaallah mengupayakan ya supaya Pemprov betul-betul ada perhatian setidaknya ada tiga manfaat kalau ini diperbaiki, direhab apalagi di perindah. Satu untuk petani mengairi persawahan, kedua tempat pariwisata murah meriah dan ketiga potensi air bersih bisa dimanfaatkan saat musim kemarau,” katanya.
Editor: Bayu Mulyana











