SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pelaku pembunuhan suami istri di Komplek Puri Anggrek, Kota Serang kini terungkap.
Pelaku pembunuhan ternyata tak lain adalah suami korban.
Di tempat kejadian perkara, polisi kembali datangi TKP pada pukul 12.14 WIB, Rabu, 4 Juni 2025.
Hasilnya, polisi kembali mengamankan satu barang bukti yang dibawa menggunakan kantong berwarna hitam.
Dari hasil investasi polisi, terdapat 10 item barang bukti yang berhasil diamankan.
“Ini kami ambil barang bukti satu lagi ada yang ketinggalan,” kata salah satu polisi.
Sebelumbya diberitaman, pelaku pembunuhan terhadap Petry Sihombing (35) warga Perumahan Puri Anggek tepatnya di Blok G, Nomor 11, Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka, Kota Serang tak lain adalah suami korban, Wadison Pasaribu (37).
“Pelakunya suami korban,” ujar sumber RADARBANTEN.CO.ID di Polresta Serang Kota, Rabu 4 Juni 2025.
Ia mengatakan, pembunuhan yang terjadi pada Minggu 1 Juni 2025 itu berawal dari pelaku yang diduga ketahuan selingkuh oleh korban. Saat terjadi keributan, pelaku menganiaya korban dan dicekik.
Selanjutnya, korban dijerat dengan tali tambang hingga tewas. “Motifnya pelaku ketahuan selingkuh. Di HP pelaku dipergoki ada chattingan mesra, korban ini berusaha konfirmasi namun pelaku emosi dan menganiaya korban. Korban smpat berontak dan melawan, tapi karena kalah tenaga pelaku dibunuh dengan cara dicekik dan dijerat dengan tambang plastik hingga tewas,” katanya.
Agar tidak ketahuan, pelaku melakukan rekayasa seolah-olah rumahnya disatroni perampok. Pelaku juga sempat melukai dirinya sendiri dengan cara membenturkan benda tumpul pada bagian kepala.
“Biar tidak ketahuan pelaku menyusun skenario seolah olah dirampok dengan cara melukai anggota badannya sendiri dibenturkan ke benda tumpul biar dikira dipukul oleh orang lain atau pelaku perampokan,” katanya.
Tak berhenti disitu, pelaku juga mengambil anting emas korban dan membuangnya ke dalam lubang toilet. “Anting emas korban diambil pelaku lalu dibuang di toilet untuk alibi bahwa perhiasaan korban dirampas oleh pelaku perampokan,” tuturnya.
Sebelumnya, kejadian menggegerkan warga tersebut terungkap setelah anak korban berinisial MP mendatangi rumah tetangganya untuk meminta tolong. Saat itu, anak berusia 7 tahun tersebut datang dalam kondisi menangis dan ketakutan. “Dengarnya pas salat subuh itu, ada suara getok-getok gembok,” ujar tetangga korban, Jansen Pangaribuan beberapa waktu yang lalu.
Bersama warga sekitar, Jansen masuk ke dalam rumah korban melalui pintu belakang. Pintu tersebut tidak dalam kondisi terkunci. “Lewat pintu belakang, kalau depan rumah gemboknya masih dikunci,” ujarnya.
Saat berada di dapur, warga mendapati Wadison Pasaribu di dalam karung. Kondisinya sudah sangat lemah. “Suaminya (Wadison Pasaribu-red) dikarungi, kami buka ikatan karungnya. Kondisinya lemas, kami kasih air minum,” katanya.
Setelah menemukan Wadison Pasaribu, warga menuju kamar dan menemukan istrinya, Petry Sihombing dalam kondisi tengkurap dan tangan terikat. “Ketika saya buka ikatan tangannya, tangannya sudah kaku (meninggal-red). Saya langsung warga untuk masuk,” katanya.
Jansen mengatakan, ia tidak mendengar suara gaduh dari rumah korban. Saat kejadian, ia sedang tertidur lelap. “Tidak ada suara keributan,” ungkapnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Aditya











