LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lebak, angka pengangguran di wilayah Lebak menunjukkan bahwa laki-laki lebih banyak menganggur dibandingkan perempuan.
Data ini menunjukkan bahwa pengangguran di Lebak masih menjadi masalah serius yang perlu diatasi.
Menurut data BPS, jumlah pengangguran di Lebak mencapai pada 6,22 Persen pada tahun 2024 dari jumlah penduduk usia kerja. Mirisnya pengangguran lebih banyak, sementara angka pekerja perempuan meningkat.
“Tahun 2024 angka pengangguran di Lebak mencapai 6,22 Persen dari jumlah penduduk usia kerja. Jumlah ini jika dibandingkan dengan Tahun 2023 mengalami penurunan sebesar 1,35 persen dari 7,57 persen,” kata Pungsianonal Statistik BPS Lebak, Yuliansarwo Edi, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 4 Juni 2025.
Diketahui Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) laki-laki di Lebak lebih rendah dari TKK perempuan yaitu 93,48 persen berbanding 94,25 persen. Ini menunjukkan bahwa tenaga kerja perempuan yang berhasil masuk dalam dunia kerja lebih besar dibandingkan tenaga kerja laki-laki yang berhasil masuk dalam dunia kerja.
“Pengangguran pada penduduk laki-laki ternyata lebih besar yaitu 6,52 persen dibandingkan pengangguran penduduk perempuan sebesar 5,75 persen,” terangnya.
Yuliansarwo menjelaskan, banyaknya investor masuk ke Lebak, membuat lapangan pekerjaan meningkat. Sehingga Tingkat Kesempatan Kerja meningkat dan, angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami penurunan.
“Secara angka, pengangguran di Kabupaten Lebak tahun 2024 ini mengalami penurunan, ini terjadi karena meskipun seiring dengan penambahan penduduk usia kerja tetapi diiringi dengan penambahan lapangan pekerjaan,”jelasnya.
Menurut Yuliansarwo masalah pengangguran merupakan masalah yang cukup penting untuk segera ditangani, karena pengangguran tidak hanya terkait dengan masalah ekonomi tapi juga dengan masalah sosial lainnya.
“Menurunnya angka pengangguran ini bisa menjadi apresiasi pemerintah, namun tetap harus menjadi perhatian pemerintah baik pusat maupun daerah untuk segera dicarikan solusinya agar angkanya semakin turun,”tuturnya.
Editor: Abdul Rozak











