SERANG,RADARBANTEN.CO.ID — Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Serang telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap ribuan hewan kurban di 78 titik lapak penjualan.
Total hewan yang diperiksa mencapai 4.925 ekor, terdiri dari 3.181 domba, 237 kambing, 354 sapi, dan 153 kerbau. Hal ini disampaikan oleh Kepala DKP3 Kota Serang, Sony August, usai mengikuti rapat bersama Wali Kota Serang, Jumat, 6 Juni 2025.
Dalam proses pemeriksaan tersebut, tim DKP3 menemukan 35 ekor hewan qurban dalam kondisi sakit. Rinciannya, 25 ekor mengalami gangguan kesehatan umum, 6 ekor sakit mata, dan 3 ekor terserang flu ringan.
“Alhamdulillah, tidak ada yang terindikasi penyakit mulut dan kuku (PMK),” tegas Sony.
Sony menjelaskan, seluruh hewan yang terdeteksi sakit langsung dipisahkan dan ditempatkan di area karantina untuk menjalani perawatan oleh tim veteriner.
“Kita lakukan pengobatan dulu, kita pantau kondisinya sampai hari H. Kalau membaik dan dinyatakan sehat, bisa kembali dijual,” ujarnya.
Beberapa hewan yang sakit tetap berada di lapak, namun dipisahkan dari hewan sehat. Ada pula yang dikembalikan ke peternakan asal untuk perawatan lebih lanjut.
Sony juga mengingatkan kepada seluruh pedagang dan panitia qurban agar memastikan hewan tetap dalam kondisi sehat hingga waktu penyembelihan. Hewan yang telah dinyatakan layak akan diberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKH) sebagai bukti bahwa hewan tersebut aman dan sesuai syariat.
“SKH ini penting sebagai syarat pemotongan dan bukti bahwa hewan qurban layak konsumsi,” jelasnya.
Meskipun proses monitoring kesehatan hewan sudah selesai, namun observasi terhadap hewan yang sakit masih berlangsung untuk memastikan kesiapannya menjelang hari raya.
Lebih lanjut, Sony menuturkan bahwa seluruh hewan yang masuk ke wilayah Kota Serang harus memenuhi prosedur kesehatan ganda.
“Mereka wajib membawa SKH dari daerah asal, lalu kita cek ulang di sini. Jadi ada dua SKH dari pengirim dan dari kita,” katanya.
Editor: Aas Arbi











