LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Kondisi miris dialami oleh pasangan suami istri (pasutri) Yuyun Sri Wahyuni dan suaminya Mohammad Husen, warga Kampung Pertelon, Desa Warunggunung, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak.
Walau rumahnya dekat ke pusat Kota Rangkasbitung, Yuyun dan suaminya mengalami kondisi yang sangat miris dengan keadaanya yang serba terbatas terutama kebutuhan ekonomi. Kondisi suaminya yang saat ini mengalami sakit karena terbentur kepalanya saat pergi ke kebun.
Diungkapkannya, dengan kondisinya yang serba terbatas, dirinya saat ini dibantu beberapa tetangga yang baik memperhatikannya. Menurutnya untuk makan saja dibantu tetangganya.
“Kondisi seperti ini sudah lama pak, sudah hampir dua tahun untung tetangga di sini pada baik pak, ini juga saya dikasih nasi jagung dari tukang sate,” kata Yuyun, saat berada di rumahnya, Kamis 19 Juni 2025.
Ia menjelaskan, sebelumnya rumah yang ia tempati hangus terbakar dua tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 14 Agustus 2023. “Sebelumnya itu rumah saya kebakaran pak waktu tahun 2023, pokonya sudah mau 2 tahun tepatnya tanggal 14 Agustus 2023,” ujarnya.
Diketahui peristiwa yang dialami Yuyun, dirinya mengaku sudah mendapatkan bantuan berupa sembako dari BPBD Lebak dan uang sebesar Rp 3 juta dari Baznas setempat. Namun karena alasan waktu itu dirinya masih bekerja sebagai sales, uang bantuan tersebut kemudian ia belikan motor untuk kebutuhannya bekerja.
“Besoknya ada bantuan dari BPBD Lebak, ngasih 2 paket sembako sama mie rebus 1 dus sama tenda buat tinggal sementara. Nah setelah itu seminggu kemudian ada dari Baznas Lebak juga ngasih bantuan Rp 3 juta,” kata Yuyun.
“Tapi berhubung waktu itu saya sedang kerja dan enggak ada kendaraan jadi uangnya saya belikan motor, cuma kerja juga enggak bertahan lama karena kondisi penjualannya kurang akhirnya per bulan Desember saya berhenti,” sambung Yuyun.
Ia juga menjelaskan, setelah dirinya berhenti bekerja, ia mengaku kebingungan karena rumahnya yang habis terbakar tak kunjung mendapatkan bantuan, lalu dirinya kembali menghubungi pihak desa untuk meminta bantuan.
“Setelah itu saya minta bantuan ke pihak desa kalau ada bantuan tolong ya kata saya, alhamdulilah waktu itu saya suruh datang ke desa dan ketemu sama pak Carik sama pak Jaro katanya ada bantuan dari Dinsos Rp 5 juta, cuma katanya mau dikelola sama mereka untuk dibuatkan bangunan,” terangnya.
Yuyun menambahkan, hingga saat ini pembangunan rumahnya tak kunjung selesai. Ia tidak mengetahui apa penyebabnya.
“Nah besoknya kemudian pak Carik sama pak Jaro datang ke sini bawa uang di foto sama suami saya terus uang itu dibawa lagi akhirnya dikelola lah ini dibuatkan bangunan ceker ayam, cuma berhubung berbulan-bulan enggak ada ya enggak diterusin,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











