CILEGON, RADARBANTEN.COM – Draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cilegon 2026–2030 menuai kritik tajam dari DPRD. Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) RPJMD, Rahmatulloh, menyebut dokumen tersebut minim inovasi dan hanya mengulang pola lama tanpa arah perubahan yang jelas.
Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dinilai gagal menghadirkan gagasan baru dalam menyusun rencana pembangunan lima tahun ke depan. “Apa perbedaan signifikan antara RPJMD 2026–2030 dengan dokumen sebelumnya? Tidak tampak terobosan. Birokrat kita masih terjebak dalam pola lama, bahkan cenderung feodalistik, seperti raja-raja kecil yang menggurita. Kalau ini terus dibiarkan, APBD sulit digunakan secara maksimal untuk rakyat,” tegas Warahmatullahi, Sabtu, 21Juni 2025.
Ia menilai, TAPD Kota Cilegon belum cukup progresif untuk menjawab tantangan zaman. RPJMD yang seharusnya menjadi blueprint pembangunan justru tidak mencerminkan arah kebijakan yang kreatif, adaptif, dan futuristik. “Sebesar dan sehebat apa pun programnya, kalau tidak ada skema pendanaan yang inovatif, ya tidak akan jalan. RPJMD seharusnya jadi garis haluan pembangunan yang konkret dan futuristik,” katanya.
Rahmatulloh juga menyoroti lemahnya peran birokrasi dalam mengawal visi besar pasangan Wali Kota Robinsar dan Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo.
Menurutnya, semangat perubahan dalam visi Cilegon Juare belum diterjemahkan secara utuh dalam strategi program maupun pembiayaan. “Harusnya pangan murah itu diintegrasikan dengan pemberdayaan pasar tradisional. BLK jangan hanya diperbaiki bangunannya, tapi juga jalin kerja sama dengan industri. Wirausaha baru jangan sekadar diberi modal, perlu pendampingan dan pemasaran. Begitu juga JLU dan Warnasari, perlu transparansi pembiayaan,” bebernya.
Bahkan, lanjut Rahmatulloh, beberapa program penting seperti rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) masih bergantung pada pendanaan dari Baznas, bukan dari alokasi APBD yang jelas. “RPJMD ini harus diperbaiki dari sisi pendanaan dan pemetaan program. Jangan hanya copy-paste dari periode sebelumnya. Kalau ingin Cilegon benar-benar maju, mulai dari RPJMD-nya dulu,” pungkasnya.
Diketahui, visi besar Cilegon Juare mencakup 17 program unggulan, di antaranya penyediaan pangan murah, modernisasi Balai Latihan Kerja, penciptaan wirausaha baru, kuliah gratis, pembangunan infrastruktur strategis, hingga pengembangan sektor pariwisata dan seni budaya.
Namun sejauh ini, kritik terhadap minimnya terobosan di RPJMD menandai perlunya revisi serius agar visi tersebut tak sekadar jadi slogan politik.
Editor : Merwanda











