SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Emas telah lama menjadi salah satu bentuk investasi favorit masyarakat Indonesia. Selain sebagai simbol kekayaan dan kemewahan, emas juga dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.
Namun, muncul pertanyaan penting bagi calon investor: lebih baik beli emas batangan atau emas perhiasan? Jawabannya tergantung pada tujuan Anda dalam membeli emas.
1. Tujuan Investasi atau Gaya Hidup?
Langkah pertama untuk menentukan pilihan adalah memahami apa tujuan Anda membeli emas.
Jika tujuan utamanya adalah investasi jangka panjang, maka emas batangan lebih disarankan.
Sementara, jika tujuannya untuk digunakan sekaligus memiliki nilai jual, emas perhiasan bisa menjadi pilihan.
2. Emas Batangan: Cocok untuk Investasi Murni
Kelebihan emas batangan:
– Nilai jual lebih tinggi karena kandungan emasnya lebih murni (biasanya 99,99 persen atau 24 karat).
– Spread harga jual dan beli lebih kecil dibanding perhiasan.
– Tidak ada potongan ongkos pembuatan, sehingga harga lebih transparan.
– Mudah dijual kembali, apalagi jika berasal dari merek ternama seperti Antam atau UBS.
Kekurangan emas batangan:
– Tidak bisa dipakai untuk sehari-hari.
– Perlu penyimpanan khusus agar tetap aman (misalnya di brankas atau safe deposit box).
– Biasanya dijual dalam ukuran besar (mulai 0,5 gram hingga 1 kg), sehingga memerlukan modal yang lebih besar.
3. Emas Perhiasan: Kombinasi Estetika dan Investasi
Kelebihan emas perhiasan:
– Bisa dipakai sebagai aksesoris dan menunjang penampilan.
– Mudah ditemukan di toko-toko emas lokal.
– Bisa dijadikan hadiah atau warisan keluarga.
Kekurangan emas perhiasan:
– Nilai jual lebih rendah karena mengandung campuran logam lain agar kuat (umumnya 18 karat atau lebih rendah).
– Ongkos pembuatan tidak dihitung kembali saat dijual, bahkan bisa membuat harga jual jauh di bawah harga beli.
– Desain dan tren memengaruhi harga, yang bisa menurunkan daya jual saat tren berganti.
4. Aspek Pajak dan Sertifikasi
Emas batangan umumnya dilengkapi dengan sertifikat resmi yang menunjukkan kadar dan keasliannya. Ini penting saat dijual kembali, terutama untuk transaksi dalam jumlah besar.
Sementara, perhiasan emas, meski bisa diuji kadar emasnya, sering kali tidak disertai sertifikat, terutama jika dibeli di toko kecil.
Untuk emas batangan yang dibeli dalam jumlah besar, biasanya akan dikenakan PPh 22 saat penjualan kembali (kecuali dari perusahaan yang sudah menyetor pajak).
Perhiasan emas, di sisi lain, lebih jarang dikenakan pajak formal karena sering dijual secara langsung di pasar atau toko emas tradisional.
5. Mana yang Harus Dipilih?
Pilih emas batangan jika:
– Anda fokus pada investasi jangka panjang.
– Anda ingin nilai yang lebih stabil dan mudah dilikuidasi.
– Anda tidak butuh menggunakan emas secara fisik.
Pilih emas perhiasan jika:
– Anda ingin tampil menarik sambil menyimpan aset.
– Anda membeli dalam jumlah kecil dan bertahap.
– Anda menginginkan fleksibilitas dalam bentuk dan model.
Kesimpulan
Baik emas batangan maupun perhiasan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Untuk tujuan investasi murni, emas batangan jelas lebih unggul karena transparansi nilai dan efisiensi biaya.
Namun, jika Anda menginginkan emas yang bisa dipakai sekaligus disimpan sebagai aset, perhiasan tetap menjadi pilihan menarik.
Sebaiknya sesuaikan dengan tujuan keuangan Anda. Anda, bahkan bisa mengombinasikan keduanya—membeli emas batangan untuk simpanan dan perhiasan untuk penggunaan pribadi.
Yang penting, beli dari tempat terpercaya dan pantau harga emas secara berkala.
Editor: Agus Priwandono











