SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI Prof Dr Sahiron MA mengajak mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten untuk menanamkan nilai kasih sayang dan kemanusiaan dalam kehidupan akademik.
Pesan itu disampaikan saat ia menjadi pembicara pada kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di kampus UIN Banten, Selasa, 26 Agustus 2025.
Dalam dialog bertema “Kurikulum Cinta”, Sahiron menegaskan bahwa pendidikan Islam harus berlandaskan cinta, baik kepada Tuhan, sesama manusia, maupun ilmu pengetahuan. Ia menekankan pentingnya membangun iklim kampus yang ramah, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
“Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi pencari nilai semata. Kampus harus menjadi tempat menempa karakter, kepedulian, dan cinta kasih kepada sesama,” ujarnya di hadapan ribuan mahasiswa baru. Menurutnya, semangat cinta dapat menekan konflik, intoleransi, dan kekerasan di lingkungan akademik yang majemuk.
Sahiron juga mengaitkan konsep “Kurikulum Cinta” dengan penguatan moderasi beragama. Ia mendorong mahasiswa baru UIN Banten untuk menjadi generasi kritis, terbuka, dan mampu berdialog secara damai di tengah masyarakat yang beragam. “Pendidikan seharusnya membebaskan dan memanusiakan, bukan mengekang atau memecah belah,” tambahnya.
PBAK UIN Banten tahun ini menampilkan pendekatan berbeda dengan mengedepankan aspek humanis dan reflektif. Selain menghadirkan tokoh nasional, kegiatan juga berisi pengenalan budaya akademik, penguatan karakter, serta kegiatan sosial yang menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan kampus.
Dengan kehadiran Sahiron dan tema yang inspiratif, diharapkan mahasiswa baru tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual, menjadikan cinta sebagai nilai utama dalam perjalanan akademik dan sosial mereka.
Editor: Agus Priwandono











