JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa rektor perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (UIN/IAIN/STAIN) harus memiliki peran ganda: sebagai penanggung jawab di bidang akademik sekaligus di bidang dakwah.
“Dengan peran ganda ini, rektor diharapkan mampu menghasilkan cendekiawan, bukan sekadar ilmuwan,” ujar Nasaruddin dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Tata Kelola Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Jakarta, Jumat, 15 Agustus 2025.
Menurutnya, cendekiawan memiliki keunggulan dibandingkan ilmuwan. Seorang cendekiawan tidak hanya menguasai ilmu yang dipelajarinya, tetapi juga memiliki kearifan dan kepekaan untuk membimbing orang-orang di sekitarnya. Dengan begitu, PTKIN dapat mencetak kaum terpelajar sekaligus pendakwah yang menyebarkan kebaikan kepada masyarakat luas.
Kemampuan ini merupakan keunggulan PTKIN sejak dahulu yang harus terus dijaga dan dikembangkan agar mampu bersaing dengan lembaga pendidikan tinggi lainnya.
Menanggapi arahan Menteri Agama, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Muhammad Ishom, mengajak para pimpinan baru di UIN Banten untuk menjadi teladan, baik sebagai cendekiawan maupun juru dakwah.
“Dengan begitu, para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dapat berkiprah lebih luas, tidak hanya di dalam kampus, tetapi juga di tengah masyarakat,” tutur Ishom dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 16 Agustus 2025.
Menurutnya, amanah tersebut selaras dengan semangat dan slogan UIN Banten, yaitu Spirituality, Intellectuality, and Professionality. Ia berharap ke depannya UIN Banten dapat melahirkan cendekiawan sekaligus tokoh-tokoh masyarakat yang aktif menyebarkan kemaslahatan.
Rapat Koordinasi Peningkatan Tata Kelola Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Agustus 2025 di Hotel Luminor Pecenongan, Jakarta Pusat. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin; Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Suyitno; Inspektur Jenderal Kementerian Agama, Khairunas; serta Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron.
Rapat ini membahas berbagai isu penting, mulai dari kebijakan pengawasan tata kelola PTKIN, tata kelola Badan Layanan Umum (BLU), peluncuran Dana Abadi Pendidikan Islam berbasis wakaf, hingga isu-isu strategis lainnya.
Acara ditutup pada Sabtu (16/8) dengan kegiatan Jalan Sehat Kerukunan Tingkat Pusat di halaman Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Kegiatan ini menjadi simbol penguatan persatuan dan kolaborasi antarpimpinan PTKIN.
Editor : Merwanda











