LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID- Warganet kembali dibuat heboh dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) menari dengan gerakan yang dinilai tidak pantas.
Video tersebut viral di media sosial dan menuai berbagai reaksi dari masyarakat. Dalam rekaman yang beredar, terlihat anak-anak menari di atas panggung dengan gaya yang tidak sesuai untuk usia mereka dalam sebuah acara tasyakuran.
Setelah ditelusuri, kejadian itu ternyata berlangsung di SD Negeri 1 Calungbungur, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten.
Acara tersebut digelar dalam rangka tasyakuran kenaikan kelas, namun sayangnya menampilkan pertunjukan yang dianggap tidak mencerminkan nilai-nilai pendidikan dan norma kesusilaan.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lebak, Hadi Mulya, membenarkan bahwa insiden tersebut benar terjadi di wilayahnya.
Ia juga menyampaikan, bahwa pihaknya sudah melakukan tindaklanjut dari sekolah yang bersangkutan.
Lebih lanjut, ditanya kejadian insiden tersebut, ia meneruskan pesan klarifikasi dari Kepala Sekolah dari SDN 1 Calunggbungur Sajira tersebut.
“Assalamu’alaikum, saya Muhaemin Kepala Sekolah SDN 1 Calungbungur, mohon maaf yang sebesar-besarnya, benar adanya itu (tarian erotis) siswa kami dalam rangka kegiatan perpisahan dan kenaikan kelas,” kata Hadi saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, pada Minggu 29 Juni 2025.
“Siswa tersebut kelas 6, saya telah klarifikasi ke guru mereka latihan mandiri di luar sekolah, kegiatan tersebut hari Kamis 19 Juni 2025, yang memosting (tarian) siswa tersebut orang tua siswa di Tiktok, namun sudah kami tegur agar segera dihapus,” sambungnya pesan terusan dari Hadi.
Menurut Kepsek bahwa kegiatan tersebut hanya hiburan, tidak ada maksud lain. “Jadi kegiatan hiburan anak di luar kegian inti,” tutupnya.
Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak, khususnya dalam menyusun dan mengawasi kegiatan yang melibatkan siswa.
Dunia pendidikan semestinya menjadi tempat menanamkan nilai-nilai positif, bukan ruang bebas yang membiarkan anak-anak kehilangan arah dalam berekspresi.
Reporter : Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











