RADARBANTEN.CO.ID – Kabupaten Serang, Banten, menyimpan segudang pesona alam yang memukau, dan salah satunya adalah Curug Cigumawang. Air terjun setinggi sekitar 40 meter ini bagaikan permata tersembunyi yang siap memanjakan mata dan jiwa para pencinta alam.
Berlokasi di Desa Kaduberem, Kecamatan Padarincang, Curug Cigumawang menawarkan pengalaman berlibur yang tak terlupakan.
Begitu tiba di Curug Cigumawang, Anda akan langsung disambut dengan suasana yang asri dan pemandangan yang menawan.
Gemericik air yang jernih berpadu dengan rindangnya pepohonan di sekeliling air terjun menciptakan sebuah simfoni alam yang menenangkan. Udara sejuk dan segar akan membelai wajah, seolah mengajak Anda untuk sejenak melupakan hiruk pikuk kota.
Daya tarik utama Curug Cigumawang tak lain adalah kolam alaminya yang jernih di bawah guyuran air terjun setinggi 40 meter. Kolam ini menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi berenang atau sekadar merendam kaki sambil menikmati keindahan air terjun yang megah.
Airnya yang dingin dan menyegarkan akan membuat Anda betah berlama-lama.
Bagi Anda yang ingin merasakan pengalaman lebih mendalam, di sekitar Curug Cigumawang terdapat area berkemah yang cukup luas. Bayangkan, menghabiskan malam di tengah alam terbuka, ditemani suara deru air terjun yang memecah kesunyian malam. Ini adalah kesempatan sempurna untuk menyatu dengan alam dan menciptakan kenangan tak terlupakan bersama orang-orang terdekat.
Jangan khawatir soal fasilitas! Curug Cigumawang sudah dilengkapi dengan berbagai penunjang yang akan membuat kunjungan Anda semakin nyaman. Tersedia gazebo untuk bersantai, warung makan yang siap memanjakan lidah, musala untuk beribadah, toilet, dan area parkir yang memadai. Semua ini dihadirkan untuk memastikan pengalaman liburan Anda berjalan lancar dan menyenangkan.
Untuk menikmati keindahan Curug Cigumawang, Anda tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Tiket masuknya sangat terjangkau, yaitu Rp10.000 untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak. Tentunya ada biaya parkir yang dikenakan secara terpisah.
EDITOR: Aas Arbi











