KABUPATEN TANGERANG – Terpilihnya Deden Apriandhi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten dinilai sebagai langkah strategis dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan di tingkat provinsi.
Pengamat kebijakan publik, Memed Chumaedy, menilai penunjukan ini mencerminkan harapan baru terhadap reformasi birokrasi dan penguatan koordinasi lintas sektor.
Presiden RI Prabowo Subianto telah menetapkan Deden Apriandhi sebagai Sekda definitif Provinsi Banten, setelah proses open bidding yang cukup panjang. Penunjukan ini sekaligus menandai dimulainya fase baru birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.
Memed Chumaedy, mengaku sejak awal meyakini Deden akan terpilih, mengingat rekam jejak dan kapabilitasnya dalam birokrasi.
“Terpilihnya Deden mencerminkan adanya harapan untuk menghadirkan sosok yang mampu memperkuat fungsi koordinasi lintas sektor serta menjawab tantangan reformasi birokrasi dan pengelolaan anggaran daerah,” ujar Memed kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat (4/7).
Menurutnya, Deden memiliki pengalaman kuat di bidang perencanaan dan keuangan daerah, serta dikenal sebagai figur yang mampu menjembatani hubungan antar elemen pemerintahan, baik secara internal maupun eksternal. Ia juga dianggap mampu menjaga harmonisasi antara eksekutif dan legislatif, serta meredam potensi konflik politik.
“Posisi Sekda sangat krusial karena menjadi simpul antara kepemimpinan politik kepala daerah dan pelaksanaan teknis pemerintahan. Deden harus mampu memainkan peran ini secara profesional dan independen,” tegasnya.
Memed menambahkan, tantangan yang dihadapi Deden cukup besar, mulai dari penataan birokrasi, peningkatan layanan publik, hingga menjaga netralitas ASN menjelang tahun politik. Ia berharap Deden dapat menunjukkan ketegasan sikap untuk menjaga marwah birokrasi di Banten.
“Ke depan, Sekda harus menjadi figur perekat, tidak hanya di kalangan OPD, tapi juga antara pemerintah dan masyarakat. Apalagi di Banten, yang memiliki dinamika sosial-politik tersendiri,” jelasnya.
Ia berharap penunjukan ini tidak sekadar seremonial, tetapi benar-benar memberi dampak terhadap percepatan reformasi birokrasi dan peningkatan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Ini momentum penting untuk membuktikan bahwa birokrasi Banten bisa menjadi lebih modern, transparan, dan akuntabel. Deden punya peluang untuk mewujudkannya, tinggal bagaimana ia menjaga konsistensi dan integritas,” pungkas Memed.
Editor: Aas Arbi











