LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Peredaran gelap narkoba sudah mengkhawatirkan. Sebab, kini peredaran narkoba sudah menyasar bukan lagi kepada orang dewasa dan perkotaan tapi menyasar wilayah pedesaan. Lantaran itu, peredaran narkoba di Kabupaten Lebak mesti terus diwaspadai dan diantisipasi oleh semua kalangan. Termasuk, tokoh masyarakat dan alim ulama.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak KH Pupu Mahpudin mengatakan, penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar juga menjadi salah satu yang menjadi perhatian pihaknya. Karena itu, pihaknya telah membentuk gerakan nasional anti narkoba (Ganas Annar).
“Kita cukup prihatin juga narkoba sudah masuk menyasar pelajar dan perkampungan. Karena itu, salah satu konsen kita juga untuk mengantisipasi semakin menjalarnya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar,” ujar pengasuh Ponpes Darussadah Cimarga ini, Sabtu 5 Juli 2025.
Menurutnya, untuk memerangi bahaya penyalahgunaan narkoba semua pihak mesti bersinergi bukan hanya aparat penegak hukum seperti kepolisian saja, namun juga MUI melalui pendekataan keagamaan.
“Tentunya, MUI dalam hal ini bisa dilibatkan. Harus ada pembinaaan dan pendekataan melalui keagamaan dari MUI ke sekolah. Namun, harus ada penguatan dari pemda, dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Karenanya, perlu dilakukan sinergitas kedepannya. Karena penguatan dari segi ahlaq perlu, karena akan menjadi penopang utama dalam kehidupan,” kata kiai karismatik ini.
Sebelumnya Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah yang juga ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Lebak menyatakan, Pemkab Lebak terus berupaya mencegah masuknya narkoba di bumi Multatuli.
Sebab, narkoba kini sudah menyasar bukan lagi kepada orang dewasa tapi menyasar wilayah pedesaan. Lantaran itu, peredaran narkoba di Kabupaten Lebak mesti terus diwaspadai dan diantisipasi oleh semua kalangan.
“Pemkab Lebak bersama Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Lebak berkomitmen, agar barang haram tersebut (narkoba) tidak merusak generasi penerus di Lebak,” kata Amir Hamzah.
Editor: Abdul Rozak











