TANGSEL,RADARBANTEN.CO.ID-Pemerintah Provinsi Banten mulai melakukan inventarisasi titik-titik rawan banjir di wilayah Tangerang Raya yang meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pencegahan banjir berulang yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim dan alih fungsi lahan.
Asisten Daerah (Asda) 2 Pemerintah Provinsi Banten, M. Yusuf, menyampaikan bahwa pihaknya telah membentuk tim pengendalian banjir tingkat provinsi dan akan segera membentuk Kelompok Kerja (Pokja) regional khusus untuk Tangerang Raya.
Tim ini bertugas memetakan titik-titik prioritas penanganan banjir serta menyusun langkah konkret bersama pemerintah kabupaten dan kota.
“Langkah pertama adalah inventarisasi menyeluruh terhadap titik rawan banjir. Ini penting agar penanganannya tepat sasaran dan tidak salah intervensi,” ujar Yusuf dalam forum koordinasi penanganan banjir di Aula UPTD Latihan Kerja, Serpong, Tangsel, Kamis 10 Juli 2025.
Yusuf menjelaskan bahwa penanganan banjir akan dilakukan melalui skema jangka pendek, menengah, dan panjang. Untuk jangka pendek, Pemprov Banten mendorong identifikasi lokasi prioritas dan jenis penanganan yang bisa segera dieksekusi, termasuk normalisasi saluran, perbaikan tanggul, dan penguatan pompa air.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi











