PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Buat kamu yang suka naik gunung atau sekadar cari destinasi alam yang seru, Gunung Pulosari di Kabupaten Pandeglang, bisa jadi pilihan tepat. Tapi jangan salah, selain indah dan ramah untuk pendaki pemula, gunung ini juga dikenal penuh cerita sejarah dan aura mistis.
Gunung berapi yang masih aktif ini punya banyak daya tarik. Bahkan, dalam sejarahnya disebut-sebut pernah jadi tempat penting dalam penyebaran Islam di Banten.
Yuk, simak enam fakta menarik Gunung Pulosari yang bikin penasaran para pendaki dan penikmat sejarah!
1. Dikenal Sebagai Tempat Keramat Kerajaan Sunda
Gunung Pulosari dianggap sakral oleh masyarakat sekitar. Lokasinya dipercaya sebagai tempat keramat yang punya hubungan erat dengan Kerajaan Sunda yang pernah berjaya antara tahun 932–1579 M.
Di kawasan Cipanas, dekat kawah gunung, ditemukan beberapa arca kuno, termasuk Arca Caringin yang kini tersimpan di Museum Nasional Indonesia. Menariknya, bentuk arca itu mirip dengan patung-patung Jawa Tengah dari abad ke-10.
2. Spot Favorit Para Pendaki Banten dan Sekitarnya
Buat pendaki pemula, Gunung Pulosari sangat ramah. Tingginya nggak ekstrem, dan waktu tempuh ke puncak sekitar dua hingga tiga jam saja. Lokasinya yang dekat dari Jakarta juga bikin gunung ini cocok buat liburan akhir pekan.
3. Ada Air Terjun Cantik di Tengah Jalur Pendakian
Sebelum mulai mendaki, kamu akan melewati Curug Putri, air terjun alami yang jadi daya tarik tersendiri di jalur ini. Lokasinya ada di Pos 1, sekitar satu jam dari titik awal pendakian.
Tiket masuk kawasan ini juga ramah kantong, cuma Rp 5.000 per orang. Cocok banget buat istirahat sejenak sambil menikmati suasana sejuk khas pegunungan.
4. Jalur Pendakian Penuh Tantangan, Tapi Seru
Meskipun tergolong gunung kecil, medan Gunung Pulosari tetap menantang. Terutama jalur dari Curug Putri menuju puncak, yang cukup licin dan menanjak.
Banyak pendaki membandingkannya dengan trek di Gunung Gede atau Cikuray. Tapi tenang, kalau kamu bawa peralatan lengkap dan fisik siap, jalur ini tetap seru untuk dijajal.
5. Dihiasi Tanaman Liar Menuju Puncak
Menjelang puncak, kamu bakal melewati jalur dengan semak dan tanaman liar yang cukup lebat. Ini bisa memperlambat langkah kalau kamu tidak siap.
Saran terbaik: mulai pendakian sejak pagi. Perjalanan naik butuh sekitar 3 jam, dan turun sekitar 2 jam, tergantung kondisi fisik dan cuaca.
6. Puncaknya Bikin Lupa Semua Lelah
Begitu sampai puncak, semua rasa lelah langsung hilang. Kamu akan disuguhi panorama alam Pandeglang dari ketinggian, udara segar, dan hamparan pepohonan hijau yang bikin betah.
Kadang-kadang, kamu juga bisa melihat monyet liar berkeliaran di pepohonan. Jangan lupa bawa kamera, karena setiap sudutnya instagramable banget!
Nah, itulah enam fakta menarik Gunung Pulosari. Selain cocok buat healing, tempat ini juga bisa jadi petualangan ringan buat kamu yang ingin menyatu dengan alam. Tapi ingat, tetap jaga kebersihan dan keselamatan selama pendakian ya!
Editor : Merwanda











