PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID – Modus penipuan menggunakan akun WhatsApp palsu kembali terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
Kali ini, nama Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang, Andrian Wisudawan, dicatut oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Andrian Wisudawan membenarkan bahwa akun WhatsApp palsu dengan foto dirinya digunakan untuk menghubungi sejumlah pengusaha dengan modus meminjam uang.
“Tadi siang ada dua rekanan pengusaha yang konfirmasi ke saya. Mereka dihubungi oleh nomor yang menggunakan foto saya. Tapi jelas itu bukan nomor saya dan saya tidak pernah melakukan hal seperti itu,” ungkap Andrian Wisudawan saat dihubungi, Senin 14 Juli 2025.
Ia menjelaskan, foto yang digunakan oleh oknum tak bertanggung jawab tersebut diambil dari Google yang dimana foto itu momen ketika wawancara beberapa waktu lalu.
“Fotonya itu yang dipakai waktu wawancara. Kayaknya di-crop terus dipakai buat profil. Untungnya pengusaha yang dikirimi pesan itu langsung konfirmasi ke saya, jadi belum ada yang tertipu,” jelasnya.
Modus pelaku terbilang klasik. Mereka berpura-pura sebagai pejabat dinas lalu mencoba meminjam uang dengan dalih tertentu, seperti menjanjikan proyek. Namun, karena para pengusaha langsung mengonfirmasi, aksi pelaku gagal.
“Biasanya dia ngaku-ngaku dan ujung-ujungnya minta uang. Tapi Alhamdulillah sejauh ini belum ada korban. Begitu dikonfirmasi, saya langsung bilang itu bukan nomor saya,” tegas Andrian.
Ia menyebut kasus seperti ini baru pertama kali menimpa dirinya. Sebelumnya, kasus serupa lebih sering menyasar pimpinan-nya.
“Saya baru pertama kali kena. Biasanya yang sering dicatut itu Pak Kadis. Tapi sekarang giliran saya. Makanya kami langsung sebarkan informasi ini ke media sosial resmi agar semua pihak waspada,” jelasnya.
Oleh karenanya, Andrian mengimbau masyarakat, terutama rekanan pengusaha, agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya jika menerima pesan mencurigakan.
“Kalau dapat pesan WhatsApp yang mengatasnamakan saya atau pejabat lain, lebih baik langsung konfirmasi. Jangan mudah percaya, apalagi kalau ada janji proyek atau minta uang. Sekarang banyak yang manfaatin kondisi ekonomi seperti ini,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











