TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID– Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Deden Deni, meninjau langsung pelaksanaan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 8 Tangsel, Senin 14 Juli 2025. Kunjungan ini menjadi bagian dari pemantauan serentak terhadap kegiatan MPLS yang dilaksanakan di seluruh SMP negeri dan sekolah swasta pendamping di Kota Tangsel.
Deden menegaskan bahwa MPLS bukan hanya ajang perkenalan, tetapi merupakan momen penting dalam proses pembentukan karakter dan adaptasi siswa baru dengan lingkungan sekolah.
“Hari ini adalah momentum penting. MPLS bukan sekadar perkenalan, tetapi awal pembentukan karakter dan kedisiplinan siswa. Mereka mulai belajar datang tepat waktu, mengenali guru, mengikuti jadwal, dan beradaptasi dengan sistem baru,” ujar Deden.
Ia memastikan bahwa pelaksanaan MPLS hari pertama berjalan lancar di 24 SMP negeri dan 92 sekolah swasta pendamping di Tangsel.
Di SMPN 8, suasana hari pertama MPLS berlangsung hangat. Sebanyak 462 siswa baru, termasuk satu siswa kelas 8 yang mengulang, mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka disambut langsung oleh pengurus OSIS, didampingi orang tua atau wali masing-masing.
Momen paling mengesankan terjadi saat upacara pembukaan. Para orang tua tak hanya hadir sebagai pengamat, tapi ikut berbaris dan mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan khidmat. Penyerahan simbolis dari orang tua kepada pihak sekolah pun dilakukan, diterima langsung oleh Kepala Sekolah sebagai simbol kepercayaan untuk membimbing para siswa selama tiga tahun ke depan.
Selama lima hari ke depan, kegiatan MPLS di SMPN 8 akan difokuskan pada proses adaptasi siswa dengan lingkungan belajar baru. Mulai dari mengenal guru-guru, sistem pembelajaran, hingga jadwal harian. Sekolah juga mengenalkan program unggulan, termasuk pelajaran literasi dan membaca Al-Qur’an bagi siswa Muslim, serta pelajaran agama sesuai keyakinan bagi siswa non-Muslim.
Salah satu pendekatan unik yang dilakukan SMPN 8 adalah program “surat dari guru”. Setiap siswa baru menerima surat pribadi dari gurunya, sebagai bentuk penyambutan hangat dan perhatian di hari pertama.
“Kami ingin anak-anak merasa diterima sejak hari pertama. Surat dari guru ini adalah simbol bahwa mereka tidak sendirian dan akan didampingi dengan penuh perhatian,” ujar Kepala SMPN 8 Tangsel, Muslih.
Muslih menambahkan, melalui pendekatan adaptif dan personal tersebut, MPLS di SMPN 8 diharapkan bisa menjadi titik awal pembentukan karakter siswa yang lebih siap menghadapi tantangan pembelajaran di tingkat SMP.
Editor : Merwanda











