CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID–Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) Kota Cilegon menggelar kajian rutin bertajuk Kajian Turost di Mushalla Nurul Huda, Cibeber Barat, Selasa malam 15 Juli 2025.
Kegiatan ini akan digelar rutin setiap malam Rabu sebagai wadah penguatan nalar kritis bagi kader muda Nahdlatul Ulama, khususnya kalangan santri.
Ketua LBM NU Cilegon, Miftahul Rizki Fauzan mengatakan, Kajian Turost bertujuan mencetak generasi muda NU yang tidak hanya paham agama secara tekstual, tetapi juga mampu merespons dinamika persoalan zaman secara kontekstual.
“Tujuannya untuk mencetak kader aktivis Cilegon, utamanya dari kalangan santri, agar memiliki nalar kritis yang siap menerima dan menanggapi segala persoalan keagamaan maupun sosial,” ungkap Miftahul kepada Radar Banten, Rabu 16 Juli 2025.
Kajian ini diikuti oleh sedikitnya 40 kader NU dari berbagai wilayah di Kota Cilegon. Mereka berdiskusi dan berdialog secara terbuka dalam forum mujadalah (perdebatan ilmiah) dengan merujuk pada referensi keilmuan klasik Islam.
“Intinya kami berdialog dan berdiskusi secara terbuka, saling menyampaikan pandangan, lalu mengkaji secara ilmiah berdasarkan referensi yang kredibel,” ujar Miftahul.
Menurutnya, istilah turost merujuk pada warisan keilmuan Islam klasik yang terhimpun dalam kitab-kitab kuning karya ulama terdahulu, baik dari Timur Tengah maupun Nusantara.
“Kitab turost itu sederhananya adalah kajian terhadap kitab kuning yang diwariskan ulama Nusantara. Kita ingin semangat keilmuan itu tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat modern,” katanya.
LBM NU Cilegon menilai pentingnya penguatan literasi agama berbasis kitab kuning di tengah derasnya arus informasi dan opini di media sosial yang kerap menyesatkan.
Kajian ini diharapkan menjadi benteng intelektual sekaligus spiritual bagi para santri dan aktivis muda.
“Santri harus siap berdialog dengan realitas. Kita tidak bisa tinggal diam melihat kebingungan umat dalam menghadapi isu-isu agama yang seringkali dipelintir. Dengan bekal turost, kita punya pijakan kuat untuk menjawabnya,” tegasnya.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











