CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID–Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cilegon Erik Rebiin menegaskan pentingnya menghidupkan kembali budaya mengaji yang kini mulai memudar di tengah masyarakat.
Menurutnya, perkembangan industri yang masif di Kota Cilegon menjadi salah satu faktor lunturnya tradisi keislaman di daerah yang dikenal sebagai Kota Santri tersebut.
Hal itu disampaikan Erik usai kegiatan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I PCNU Kota Cilegon Masa Khidmat 2025-2030 di Aula Pusdiklat Krakatau Steel, Minggu 18 Mei 2025.
“Tradisi ngaji di Kota Cilegon mulai luntur. Ini karena situasi kota yang sudah nyaris tergantikan dengan industri. Maka, NU mendorong agar budaya ngaji dan identitas Kota Santri kembali hidup,” katanya.
Selain itu, NU juga akan mendorong pesantren-pesantren di Cilegon agar bisa bersinergi dengan dunia industri.
“Pembelajaran di pesantren tidak boleh monoton. Harus mampu menyesuaikan perkembangan zaman, termasuk dunia industri yang berkembang pesat di kota ini,” jelas Erik.
Erik juga menyoroti derasnya arus investasi ke Cilegon. Ia meminta seluruh struktur NU, baik pengurus cabang, lembaga, maupun pengurus ranting untuk turut menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi di tengah modernisasi.
“Kita harus mengajak para investor agar mau menjaga budaya lokal dan melibatkan para ulama serta tokoh masyarakat dalam pembangunan. Dengan keterlibatan ulama, insya Allah pembangunan berjalan lancar, penuh berkah, dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” paparnya.
Menurutnya, keterlibatan para kiai, santri, dan tokoh umat dalam mendampingi pembangunan industri menjadi penting agar tidak muncul konflik dan tetap berpihak kepada kesejahteraan masyarakat.
“Kalau pembangunan industri tidak melibatkan ulama, dikhawatirkan ke depan bisa menimbulkan bencana sosial atau konflik yang besar. Maka peran doa dan nasihat dari para ulama sangat dibutuhkan,” tegas Erik.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











