• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Pandeglang

Kemenkes Terbitkan SK Apotek Desa, GEMA Mathla’ul Anwar Ungkap Tantangan Beratnya

Purnama Irawan by Purnama Irawan
Minggu, 20 Juli 2025 11:50
in Pandeglang
Kemenkes Terbitkan SK Apotek Desa, GEMA Mathla’ul Anwar Ungkap Tantangan Beratnya

Irwandi Suherman, seorang apoteker sekaligus Ketua GEMA Mathla'ul Anwar Provinsi Banten,

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Menteri Kesehatan (Menkes) telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) mengenai regulasi Apotek Desa, yang diharapkan dapat mengatasi kesenjangan pelayanan kesehatan antara kota dan desa di Indonesia, khususnya di Provinsi Banten. 

Irwandi Suherman, seorang apoteker sekaligus Ketua GEMA Mathla’ul Anwar Provinsi Banten, menyambut baik langkah ini namun juga menyoroti berbagai tantangan besar dalam implementasinya.

RelatedPosts

Dinkes Pandeglang Tak Punya Alat Deteksi Influenza Tipe A

Dinkes Pandeglang Tak Punya Alat Deteksi Influenza Tipe A

Jumat, 9 Oktober 2026 08:41
BRIN Gelar Bimtek Digital Marketing untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM Pandeglang

BRIN Gelar Bimtek Digital Marketing untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM Pandeglang

Jumat, 9 Oktober 2026 08:31
Fraksi Demokrat Fokus Tingkatkan PAD Kabupaten Pandeglang

Fraksi Demokrat Sampaikan Aspirasi, BPN Pandelang Angkat Bicara

Kamis, 8 Oktober 2026 18:02
PAD Kabupaten Pandeglang

Fokus Tingkatkan PAD, Fraksi Demokrat Sampaikan Aspirasi Kepada BPN

Kamis, 8 Oktober 2026 16:32

Irwandi menjelaskan bahwa hingga saat ini, akses masyarakat desa terhadap obat bermutu dan terjangkau masih menjadi persoalan serius. Seringkali, warga desa harus menempuh jarak puluhan kilometer hanya untuk menebus resep.

“Di sisi lain, penggunaan obat secara tidak rasional seperti konsumsi antibiotik tanpa resep masih marak. Ini terjadi akibat rendahnya literasi kesehatan dan terbatasnya lembaga pelayanan kefarmasian di tingkat desa,” kata Irwandi kepada RADARBANTEN.CO.ID melalui sambungan telepon seluler, Minggu, 20 Juli 2025.

Menurut Irwandi, kehadiran Apotek Desa sebagai unit usaha dalam Koperasi Merah Putih, sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/737/2025, menjadi angin segar. Program ini diklaim dapat mendekatkan akses obat berkualitas kepada masyarakat pedesaan yang selama ini terkendala jarak, keterbatasan tenaga medis, dan minimnya infrastruktur kesehatan.

“Melalui penyelenggaraan Klinik Desa/Kelurahan dan Apotek Desa/Kelurahan Percontohan ini, pemerintah mempertegas komitmen memperkuat pelayanan kesehatan dasar di tingkat akar rumput,” ujarnya. 

Langkah ini juga dinilai penting dalam strategi pemerataan pelayanan kesehatan, terutama di wilayah Provinsi Banten yang sebagian besar adalah pedesaan dan selama ini terpinggirkan dalam akses obat-obatan berkualitas serta pelayanan kefarmasian.

Namun, Irwandi mempertanyakan, “Benarkah semua akan sesuai ekspektasi, atau hanya angan-angan belaka? Keberhasilan kebijakan ini sangat ditentukan oleh bagaimana implementasi teknisnya mampu menjawab realitas tantangan di lapangan.”

Peran dan Empat Tantangan Utama Apotek Desa

Irwandi menilai bahwa Apotek Desa, sebagaimana diatur dalam KMK No. 737/2025, tidak hanya tentang bangunan dan obat, melainkan tentang sistem, sumber daya manusia, tata kelola, dan partisipasi masyarakat. 

Apotek ini diharapkan menjadi pusat pelayanan kefarmasian yang terintegrasi dengan Klinik Desa/Kelurahan, berperan dalam edukasi penggunaan obat rasional, pelaporan efek samping obat, hingga pemantauan terapi pasien kronis seperti hipertensi dan diabetes.

“Tidak hanya menjual obat, apotek ini juga berperan dalam edukasi masyarakat,” tambahnya. Apotek Desa juga bisa menjadi simpul penting dalam rantai distribusi logistik kesehatan yang efisien jika didukung teknologi informasi dan keterlibatan komunitas lokal.

Irwandi mengidentifikasi empat tantangan utama dalam pengelolaan Apotek Desa.

Pertama, kekurangan tenaga farmasi. Masih banyak desa yang belum memiliki apoteker atau tenaga teknis kefarmasian. Data Kementerian Kesehatan (SISDMK, 31 Desember 2024) menunjukkan dari 61.450 apoteker di Indonesia, 58% (sekitar 38.854 orang) berada di Pulau Jawa. Di Provinsi Banten sendiri (Profil Kesehatan 2023), hanya ada 1.405 tenaga kefarmasian dan 1.034 apoteker. Ini menunjukkan ketidakseimbangan dan ketidakmerataan yang signifikan.

Kedua, distribusi obat tidak merata: Akses transportasi yang terbatas seringkali membuat pasokan obat ke apotek desa terlambat. Sistem distribusi yang belum efisien juga menyebabkan beberapa jenis obat esensial sulit ditemukan.

 Ketiga, kurangnya edukasi masyarakat. Masyarakat desa kerap mengandalkan obat warung atau pengobatan tradisional tanpa pemahaman yang cukup. Tantangan ini adalah bagaimana apotek desa dapat berfungsi optimal sebagai tempat konsultasi masyarakat.

Keempat, lemahnya Regulasi dan Pengawasan: Minimnya pengawasan pengelolaan obat berisiko tinggi dan kurangnya SDM pengawas menyebabkan maraknya pelanggaran, seperti penjualan antibiotik tanpa resep dan penyalahgunaan obat-obatan tertentu (OOT). Ini memerlukan perhatian khusus dari pemangku kepentingan terkait.

Solusi dan Harapan ke Depan

Untuk mengatasi tantangan ini, Irwandi menekankan perlunya penguatan SDM Kefarmasian melalui rekrutmen dan pemberian insentif. Pemerintah juga perlu mendorong program penempatan apoteker atau tenaga teknis kefarmasian di desa, termasuk melalui kemitraan strategis dengan institusi pendidikan farmasi untuk program beasiswa dan magang/pengabdian tenaga farmasi di desa.

Keputusan Menteri ini, menurutnya, menjadi pijakan awal yang menjanjikan, namun menuntut keseriusan dalam pengawasan dan replikasi model percontohan ke seluruh Indonesia.

“Jika dikelola dengan tepat, program ini bisa menjadi ujung tombak dalam menurunkan angka kesakitan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa,” pungkas Irwandi, berharap Apotek Desa menjadi standar pelayanan kefarmasian nasional di tingkat desa/kelurahan, bukan sekadar proyek percontohan.

Editor: Aas Arbi

Tags: Angka KesakitanApotek DesaapotekerKefarmasianKemenkesKesehatan Primermasyarakat desaMenteri KesehatanSehat
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

PAD Sektor Pasar Pandeglang Seret, Baru Tercapai 33 Persen Akibat Daya Beli Lesu

Next Post

344 Kopdes Merah Putih di Lebak Siap Diluncurkan Presiden pada 21 Juli

Next Post
344 Kopdes Merah Putih di Lebak Siap Diluncurkan Presiden pada 21 Juli

344 Kopdes Merah Putih di Lebak Siap Diluncurkan Presiden pada 21 Juli

Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Normal Mulai Desember 2026

Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Normal Mulai Desember 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 09:16
Benyamin Lantik 55 PNS Baru

Benyamin Davnie Lantik 55 PNS Baru di Lingkungan Pemkot Tangerang Selatan

Rabu, 7 Oktober 2026 12:41
Belanja Pegawai Pemprov Banten Nyaris 30 Persen dari APBD, Pemprov Siapkan Efisiensi

Belanja Pegawai Pemprov Banten Nyaris 30 Persen dari APBD, Pemprov Siapkan Efisiensi

Rabu, 7 Oktober 2026 20:09
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Aset Gedung Lama Pemkab Tangerang

Gedung Lama Pemkab Tangerang Tak Terurus, BPKAD Akan Telusuri Penggunanya

Rabu, 7 Oktober 2026 14:47
PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Pusat, Pemprov Banten Alihkan Anggaran untuk Pembangunan

PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Pusat, Pemprov Banten Alihkan Anggaran untuk Pembangunan

Rabu, 7 Oktober 2026 06:30
Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Selasa, 17 Maret 2026 13:06

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Panin Bank KCU Serang Gelar Panin Expo 2026 di Cilegon

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Panin Bank KCU Serang Gelar Panin Expo 2026 di Cilegon

by Rajudin
Jumat, 9 Oktober 2026 11:02
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Guna mendorong pergerakan ekonomi masyarakat serta memberikan stimulus positif di tengah tantangan perekonomian, Panin Bank KCU Serang...

Persib Bandung Comeback Dramatis, Gasak Port FC 3-1 di ACC Cup 2026/2027

Persib Bandung Comeback Dramatis, Gasak Port FC 3-1 di ACC Cup 2026/2027

by Nurabidin
Jumat, 9 Oktober 2026 10:39
0

Persib Bandung meraih kemenangan dramatis dalam lawatannya ke markas Port FC di Stadion Thammasat, Thailand, Kamis, 8 Oktober 2026. Sempat...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.