LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dalam upaya menjaga status rumah sakit tipe B, RSUD Adjidarmo bergerak cepat sewa enam unit ventilator untuk ruang intensif (ICU, MICU, HCU). Langkah ini menjadi prioritas setelah Kementerian Kesehatan memberi tenggat satu bulan untuk memenuhi standar sesuai klasifikasi layanan.
Direktur RSUD Adjidarmo, Budhi Mulyanto, menjelaskan bahwa pihaknya menempuh jalur sewa karena dukungan APBD masih terbatas.
“Ya, jadi sewa karena support dari APBD tidak memungkinkan. Saat ini lagi proses pemilihan vendor yang penawarannya paling murah,” ujar Budhi pada Selasa, 22 Juli 2025.
Kontrak sewa tersebut akan berlangsung enam bulan, sambil menanti pembiayaan dari APBD perubahan atau pihak swasta.
“Sementara penyewaan sampai akhir tahun. Di APBD perubahan tahun ini kami mengusulkan pembiayaan dari swasta (bank) untuk pembelian, mudah‑mudahan disetujui,” lanjutnya.
Jika usulan pembiayaan belum disetujui, skema sewa akan dilanjutkan, dan ventilator akan dibeli secara bertahap lewat anggaran BLUD.
RSUD Adjidarmo diketahui memiliki 297 tempat tidur. Aturan Kemenkes mensyaratkan minimal 10% dari total tempat tidur untuk ruang intensif, dengan 70% di antaranya dilengkapi ventilator. Artinya, dibutuhkan 12 ventilator untuk 18 tempat tidur ICU, sementara yang tersedia saat ini hanya 6 unit—artinya masih kurang 6 unit.
“Dengan rasio 10 persen seharusnya (rsud adjidarmo) mempunyai 30 tempat tidur intensif, ICU, MICU dan HCU. Kebutuhan ICU 18. Dari 18 semuanya 70 persen (12 unit) dengan ventilator. Saat ini sudah ada 6 unit dengan ventilator. Jadi kita kurang 6 ventilator,” jelas Budhi.
Tentang harga sewa, Budhi menyampaikan vendor menawarkan Rp 25 juta per unit per bulan, atau sekitar Rp 150 juta untuk enam unit, meski pihak rumah sakit masih mengupayakan negosiasi.
“Penawaran dari vendor Rp25jt/unit perbulan. Kalau 6 unit ventilator berarti Rp150 juta per bulan. Belum kita nego,” ungkapnya.
Meski menghadapi tenggat ketat dari Kemenkes, Budhi tetap optimistis.“Insya allah kami optimis dengan dukungan penuh para dokter, tenaga medis, pemerintah daerah tidak sampai turun kelas. Kami terus berupaya maksimal untuk memberikan layanan optimal kepada masyarakat.”
Dengan strategi sewa ini, RSUD Adjidarmo berpeluang mempertahankan status tipe B dan memastikan layanan intensif yang lebih baik untuk masyarakat, sembari menunggu solusi jangka panjang.
Editor : Merwanda











