SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Pendaftaran Sekretaris Daerah (Sekda) pemkab Serang telah resmi ditutup sejak tanggal 22 Juli sekitar pukul 23.59 WIB.
Pasca ditutupnya pendaftaran, ada sebanyak 17 orang pendaftar calon Sekda. Dari jumlah tersebut ada sebanyak 14 orang yang dinyatakan berkasnya lengkap dan lanjut ke tahap selanjutnya.
Dari 14 orang tersebut, satu diantaranya ialah Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfosatik) Kabupaten Serang Haerofiatna.
Saat diajak berbincang-bincang, Haerofiatna pun mengungkapkan awal mula ia mengabdi sebagai pegawai di Kabupaten Serang. Mulanya, ia merupakan sebagai tenaga honorer di Dinas Pasar pada tahun 2000.
Kala itu, pria kelahiran Kota Serang tahun 1980 ini diberi tugas pertama sebagai petugas yang menagih retribusi atau petugas salar pada pedagang di Pasar RAU Kota Serang.
“Dinamikanya banyak, pernah disemprot juga oleh pedagang karena saat menagih retribusi dagangannya belum laku. Di sana saya bertugas selama kurang lebih enam bulan,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 24 Juli 2025.
Setelah itu, dironya kemudian ditarik di bagian kepegawaian Dinas Pasar. Saat itu iaa diminta untuk mengurus prihal kepegawaian, mengurus berkas untuk gaji dan lain sebagainya. “Waktu itu saya membuat sistem kemudahan dalam kenaikan gaji berkala, kemudian kenaikan pangkat dan golongan dan hal-hal lain untuk kemudahan pegawai di dinas pasar,” ujarnya.
Kemudia di tahun 2024 ia kemudian ditarik ke Dinas Arsip untuk menyusun Renstra, Renja, kemudian Tapkin, dan menyusun keuangan, menyusun LRA, realisasi anggaran, dan sebagainya.
“Sebelum pindah ke arsip saya sudah sempat pindah Di Perindagkop. Alhamdulilah, semua berjalan dengan baik,” ujarnya.
Setelah mengabdi sebagai honorer selama kurang lebih enam tahun. Barulah di tahun 2006 dirinya kemudian mengikuti seleksi Calan Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Waktu itu ia sudah lulus pendidikan S2 di tahun 2005 dan mengajar di beberapa kampus.
“Akhirnya proses saya perjalanan itu mulailah dari tahun 2006 sebagai ASN di kantor Arsip waktu itu golongan 3A dan saya sudah lulus 2005 S2. Kemudian 2008 saya naik golongan dari 3A ke 3B karena ada kesetaraan,” ujarnya.
Setelah naik golongan lanjut Haero, ia kemudian diberikan jabatan baru yakni sebagai kasubag umum di kantor arsip. Ia pun sempat menduduki di beberapa jabatan lainnya seperti Kasubag Kominfo.
“Saya dilantik lagi menjadi Kasubag Kominfo tahun 2010-an kalau enggak salah ya. Karena di situ kosong. Di Setda butuh orang yang passion tentang teknologi waktu itu. Saya sempat akhirnya menjadi Kasubag Data dan Statistik di Bappeda 2012,” ujarnya.
Setelah perjalanan panjang, ia pun akhirnya promosi di tahun 2017 dengan menduduki jabatan sebagai Kabid Perdagangan. “Megurusin ekspor-impor khususnya mengenai izin ya. Lalu pasar dan sebagainya. Waktu di kita upayakan supaya ada yang namanya pengelolaan pasar,” ujarnya.
Setelah itu, ia juga pernah menjabat sebagai Kabid Perizinan dan Pengawasan. Setelah menjabat selama kurang lebih tiga tahun, ia kemudian pindah menjadi Kabag Humas di Setwan DPRD Kabupaten Serang.
“Kalau ga salah di tahun 2019 lalu, saat itu saat awal-awal Covid-19. Kita membuat sebuah modul supaya DPRD arsipnya dapat tertata rapih dan memiliki database yang baik,” ujarnya.
Peluangpun datang ketika jabatan Kepala Diskominfo saat itu kosong dan dibuka open bidding di tahun 2022. Dengan modal untuk mencari peruntungan dan menciptakan smart city, ia pun akhirnya kemudian mencoba ikut mendaftar dan akhirnya terpilih dan menjabat hingga saat ini.
Ia mengaku memiliki cita-cita besar untuk mengintegrasikan seluruh layanan terhadap masyarakat agar bisa lebih memudahkan masyarakat karena layanan yang berbasis digital. Dan kini sistem itu sudah terbentuk dengan adanya sistem terpadu untun pelayanan publik.
“Sekarang untuk pelayanan KTP, KK dan administrasi lainnya sudah bisa diakses secara digital,” ujarnya.
Meski sekarang menduduki jabatan sebagai Pejabat Eselon II, masa kecil Haero ternyata tidak begitu indah. Ia sudah ditinggal pergi oleh sang ayah sejak kecil dan terbiasa berjualan untuk membantu perekonomian keluarga.
“Waktu SD saya pernah jadikan tukang asongan jual kantong plastik, rokok. Pokonya apapun yang bisa dijual biar bisa bertahan hidup,” ujarnya.
Ia mengaku, siap mensukseskan visi-misi dari Bupati dan Wakil Bupati Serang apabila nantinya diberi amanah sebagai Sekda Pemkab Serang.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











