CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Meski mencatat kerugian yang semakin membengkak, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan tetap menunjukkan sikap optimistis terhadap prospek kinerja perusahaan pada paruh kedua tahun ini.
Dalam laporan keuangan semester I-2025 yang dikutip dari situs resmi IDX Channel, Krakatau Steel membukukan kerugian bersih sebesar USD105 juta atau setara Rp1,71 triliun, naik 75,6 persen dibandingkan kerugian pada periode yang sama tahun lalu sebesar USD60 juta.
Namun demikian, Akbar menegaskan bahwa perseroan terus melakukan pengendalian biaya sebagai bagian dari strategi pemulihan. Hal itu tercermin dari penurunan beban usaha sebesar 16 persen menjadi USD47,6 juta atau setara Rp773 miliar.
“Krakatau Steel tetap optimistis dengan perbaikan kinerja di paruh kedua tahun ini. Kami fokus menjalankan strategi peningkatan kapasitas, efisiensi, serta kolaborasi dengan mitra strategis agar Krakatau Steel dapat memberikan kinerja yang lebih baik secara berkelanjutan,” ujar Akbar dalam keterangan tertulis sebagaimana dikutip dari website resmi IDX Chanel pada Jumat 25 Juli 2925.
Akbar juga menyebutkan bahwa Krakatau Steel masih menghadapi tekanan dari sisi non-operasional, terutama beban keuangan dan hasil investasi pada entitas asosiasi.
Untuk itu, perusahaan terus menempuh langkah-langkah strategis guna memperkuat fundamental keuangan dan menjaga stabilitas aset.
Salah satu langkah konkret yang diambil perseroan adalah mengaktifkan kembali fasilitas produksi Hot Strip Mill 1 (HSM#1) di awal 2025. Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi transformasi dan pemulihan bisnis KRAS.
“Sejalan dengan itu, perseroan juga terus memantapkan integrasi di segmen baja maupun nonbaja sebagai langkah diversifikasi dan penguatan daya saing,” tambah Akbar.
Meski masih mencatat kerugian, optimisme manajemen Krakatau Steel dinilai sebagai sinyal bahwa upaya restrukturisasi dan efisiensi mulai menunjukkan hasil, meski belum sepenuhnya berdampak pada laporan laba-rugi perusahaan.
Editor: Bayu Mulyana











