SERANG,RADARBANTEN.CO.ID–Capaian realisasi pendapatan Pemprov Banten tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu (year on year). Berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, capaian realisasi pendapatan Pemprov Banten tahun ini turun 11,18 persen dibandingkan tahun lalu.
Pada Juli tahun 2024, realisasi pendapatan Pemprov Banten sebesar 53,66 persen. Sedangkan pada periode yang sama tahun ini, capaiannya baru 42,48 persen.
Melihat kondisi saat ini, Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menghitung kembali target pendapatan yang secara realistis dapat tercapai.
Jika kemungkinan tak terbayar, maka Dimyati meminta TAPD untuk memangkas beberapa belanja daerah yang tidak prioritas. Hal itu dilakukan agar tak terjadi gagal bayar atau wanprestasi di kemudian hari.
“Kalau terlalu tinggi targetnya berat, maka kita sesuaikan targetnya. Tadi sudah saya sampaikan, kita target PAD Rp7 triliun. Berarti kalau Rp7 triliun, sampai sekarang dapetnya cuma Rp3,5 triliun,” ujar Dimyati, Senin, 28 Juli 2025.
Dengan realisasi Rp3,5 triliun di bulan ketujuh, berarti per bulan dapatnya Rp500 miliar. Dengan sisa lima bulan lagi sampai akhir tahun dan jika dirata-rata realisasi pendapatan Rp500 miliar per bulan, maka hanya terkumpul Rp6 triliun saja. Dengan begitu, ada kekurangan Rp1 triliun.
“Saya minta tadi TAPD, Bu Rina (Kepala BPKAD Banten-red), dan Pak Sekda untuk melakukan tadi penyesuaian-penyesuaian. Jangan sampai nanti wan prestasi, jadi problem,” tandas Dimyati. Untuk itu, ia juga meminta OPD penghasil di Pemprov Banten terutama Bapenda untuk mengoptimalkan kinerja agar target tercapai.
Reporter : Rostinah
Editor: Agung S Pambudi











