SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Koperasi sebagai lembaga ekonomi kerakyatan memiliki peran yang sangat penting dalam menompang pertumbuhan ekonomi masyarakat salah satunya dalam membentengi masyarakat dari jeratan pinjaman ilegal alias pinjol yang kini merajalela.
Namun, peran itu kini kian memudar, kepercayaan masyarakat pun semakin menurun akibat berbagai masalah yang terjadi di lapangan, mulai dari kredit macet, penggelapan dana oleh pengurus koperasi dan masalah lainnya.
Penggiat Koperasi di Banten Arief Rachman menilai jika masalah-masalah itu menjadi tantangan lembaga keuangan ini. Ia menilai jika operasi harus melakukan berbagai pembenahan, khsusunya dalam menonjolkan inovasi dan adaptasi terhadap perkembangan zaman saat ini.
“Koperasi harus terus berinovasi dalam produk, layanan, dan model bisnisnya agar tetap relevan dengan kebutuhan anggota dan pasar. Adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital juga menjadi kunci penting untuk efisiensi, efektifitas dan daya saing,” kata Arief, Selasa 29 Juli 2025.
Inovasi ini harus diiringi dengan penguatan tata kelola organisasi guna memastikan keberlanjutan dan kepercayaan anggota. Transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme serta kejujuran dalam pengelolaan koperasi harus ditingkatkan.
“Koperasi harus menjadi wadah pemberdayaan ekonomi bagi anggotanya. Peningkatan kapasitas anggota melalui Diklat dan pendampingan, serta akses yang adil terhadap berbagai program pengembangan, perlu terus ditingkatkan,” ucapnya.
Dimomentum Hari Koperasi ke 78 kemarin pun menjadi penginggat bahwa koperasi punya peran penting dalam mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur. Maka dari itu, dirinya mendorong koperasi di Banten untuk menjalin kolaborasi dan sinergi dgn berbagai stakeholder, baik pemerintah, swasta, maupun organisasi lainnya, untuk memperkuat ekosistem koperasi.
Apalagi saat ini, Pemerintah meluncurkan Koperasi Desa Merah Putih yang beroperasi disetiap pedesaan. Dirinya meyakini dengan semangat kebersamaan, kerja keras, amanah dan kejujuran, gerakan koperasi dapat membangun perekonomian Banten menuju tatanan ekonomi rakyat yang lebih baik.
“Kita harap dengan adanya Kopdes Merah Putih ini bisa mengembalikan peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan, dengan fokus pada penguatan ekonomi desa dan kesejahteraan masyarakat berbasis ICT (Information and Communication Technologie),” tuturnya.
“Kopdes Merah Putih harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa dengan pendekatan inklusif, modern, dan berbasis gotong royong, at taawun/tolong menolong serta mampu menekan praktik rentenir dan tengkulak,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











