SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Gedung SDN Inpres Cikeusal, di Desa Cikeusal, Kecamatan Cikeusal, yang terdampak akibat pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang. Guru dan murid sangat menantikan pembangunan sekolah tersebut lantaran telah tertunda selama kurang lebih sembilan tahun akibat persoalan lahan pengganti yang terkendala.
Kini, pembangunan gedung SDN Inpres Cikeusal pun dimulai oleh pengelola tol Serang-Panimbang. Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah melakukan peletakan batu pertama, Senin, 22 Juni 2026. Para guru dan Kepala SDN Inpres Cikeusal serta warga Kecamatan Cikeusal ikut menyaksikan prosesi tersebut.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah bersyukur lantaran setelah bertahun-tahun menggantung tanpa kejelasan, akhirnya persoalan gedung SDN Inpres Cikeusal akhirnya dapat terselesaikan. Ia pun berharap agar proses pembangunan bisa berjalan dengan lancar. Sehingga siswa bisa kembali belajar dengan tenang dan nyaman di sekolah yang baru. “Targetnya enam bulan, semoga bulan November sudah rampung dan diserahkan ke Pemkab Serang,” katanya, Senin 22 Juni 2026.
Ia mengatakan, akan ada tujuh ruangan yang dibangun. Jumlah itu terdiri dari ruang kelas dari kelas satu sampai enam serta ruang guru. Selain itu akan ada juga area lapangan yang juga bisa digunakan untuk parkir.
“Selama ini, siswa masih belajar di gedung sekolah yang lama. Nanti kalau proses pembangunannya sudah selesai, baru nanti siswanya akan dipindahkan ke sekolah yang baru,” ujarnya.
Kata dia, seluruh proses pembangunan akan dilakukan oleh pihak PT WIKA Serang-Panimbang sehingga Pemkab Serang tinggal menerima kunci. “Untuk lahan yang lama kita serahkan ke pihak pengelola jalan tol Serang-Panimbang, itu terserah mereka akan dijadikan apa karena sudah ruislag,” tegasnya.
Sementara itu, pimpinan proyek pembangunan SDN Inpres Cikeusal, Kuntoro Warsono Nugroho mengatakan, lahan seluas 1.300 meter sudah dibebaskan dan akan dibangun untuk gedung SDN Inpres Cikeusal. “Proses pembangunannya selama enam bulan. Hingga bulan November 2026. Ada dua gedung yang dibangun yakni gedung A dan gedung B dengan jumlah ruang kelas sebanyak tujuh. Ini dibangun satu lantai,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, selama ini yang menjadi kendala atas proses pembangunan gedung SDN Inpres Cikeusal ialah karena pembebasan lahan, mulai dari pemilihan lokasi sampai dengan ganti rugi. “Alhamdulillah proses pembangunannya sudah selesai,” pungkasnya.
Editor : Rostinah











