LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Bencana pergerakan terjadi di wilayah selatan Kabupaten Lebak, tepatnya di Kampung Daroyong, Desa Girimukti, Kecamatan Cilograng menjadi perhatian pemerintah daerah. Atas dasar itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung menerjunkan tim ke lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Febby Rizki Pratama menyatakan, pihaknya tengah melakukan asesmen awal di lokasi kejadian. “Kami sudah menurunkan tim untuk melihat kondisi kerusakan dan potensi lanjutan dari pergeseran tanah ini. Fokus kami saat ini adalah pemetaan risiko dan kebutuhan warga terdampak,” ujarnya, Senin 4 Agustus 2025.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa daerah tersebut rawan dengan kondisi pergerakan tanah, namun kondisi jelasnya hasil dari hasil asesmen. “Jadi masih dalam proses, nanti untuk selanjutnya akan kami informasikan,” ujarnya.
Bahkan, BPBD juga telah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Badan Geologi. Rencananya, Badan Geologi akan diterjunkan untuk melakukan penelitian kontur tanah di lokasi pergerakan tanah.
“Iya, kita pastikan menerjunkan Badan Geologi. Karena, kondisi di sana cukup rawan dan kita enggak ingin ada korban,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Desa Girimukti, Acep Deden Hidayat menyatakan keprihatinan atas kondisi warga yang terdampak. Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini, warga masih tinggal secara berpindah-pindah dan belum mendapatkan bantuan tempat tinggal sementara.
“Kami sangat prihatin, warga tidak bisa tinggal di rumahnya lagidan sekarang mereka benar-benar mengandalkan keluarga,” ujarnya.
Menurut Acep, korban baru menerima bantuan satu kali dari Baznas Lebak dan BPBD Lebak. Ia juga menambahkan bahwa pihak desa siap mendukung seluruh proses penanganan, termasuk jika dibutuhkan lokasi evakuasi sementara atau bantuan logistik. “Kami terbuka bekerja sama untuk menyediakan lahan atau fasilitas darurat jika memang diperlukan,” ujarnya.
Editor: Mastur Huda











