SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mengaku masih kekurangan banyak sekali dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya.
Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan dari total jumlah siswa-siswi yang masih sekolah, Kabupaten Serang setidaknya membutuhkan sebanyak 78 dapur MBG. Dari jumlah tersebut, saat ini baru ada sebanyak 11 dapur MBG yang sudah beroperasi.
Pj Sekda Pemkab Serang Ida Nuraida mengatakan, pihaknya membentuk tim percepatan MBG di Kabupaten Serang sehingga program tersebut dapat dilaksanakan secara maksimal di Kabupaten Serang.
“Selain itu kita juga membuat perencanaannya, termasuk anggaran, sasaran, untuk input di SIPD. Lalu penatalaksanaannya, seperti rekrutmen yang masak, ahli gizinya kan harus bersertifikasi. Kemudian dapurnya seperti apa yang memenuhi syarat, yang memenuhi syarat kesehatan,”katanya saat ditemui di Pemkab Serang, Rabu 13 Agustus 2025.
Ia mengungkapkan, yang terpenting untuk dilakukan dalam waktu dekat ini ialah melakukan pendataan terhadap sasaran penerima program MBG di Kabupaten Serang.
Mengingat berdasarkan aturan terbaru, penerima program MBG bukan hanya siswa yang bersekolah, melainkan ibu hamil menyusui hingga anak-anak yang stunting.
“Sekarang dengan keluarnya surat dari menteri dalam negeri ini merambah ke stunting, kurang gizi, kemudian ibu hamil ibu menyusui,” tegasnya.
Ida mengungkapkan, berdasarkan data kebutuhan dapur MBG yang berbasis pada data siswa sekolah, Kabupaten Serang setidaknya membutuhkan sebanyak 78 dapur MBG. Sementara, yang saat ini sudah beroperasi jumlahnya masih sangat sedikit yakni hanya 11 dapur yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Serang.
“Tapi sekarang yang terdata tadi sudah sekitar 25. Tapi yang sudah mulai berjalan sejauh ini 11 tersebar di Kecamatan Padarincang, Tunjung Teja, Pabuaran, di Kragilan dan Kecamatan Ciruas,” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya saat ini tengah gencar melakukan pendataan agar nantinya seluruh kelompok masyarakat yang termasuk dalam sasaran program MBG dapat tercatat sehingga di tahun 2026 nanti mereka bisa mulai mendapatkan program tersebut.
Ia memastikan jika kebutuhan dapur MBD nantinya akan bertambah karena adanya sasaran baru penerima program MBG berdasarkan aturan terbaru.
“Ada dapur-dapur baru yang harus kita bentuk. Dan satu dapur itu paling sederhana itu Rp1,5 miliar. Memang harus kita hitung dengan baik,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











