KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Nilai investasi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencapai Rp 3,40 triliun hanya dalam tiga bulan terakhir (April–Juni 2025). Namun, angka besar itu ternyata belum cukup untuk mengangkat Tangsel ke posisi atas dalam peta investasi Provinsi Banten.
Alih-alih memimpin, Tangsel justru duduk di peringkat kelima dari delapan kabupaten/kota se-Banten dalam hal kontribusi terhadap total investasi daerah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti, menyebutkan bahwa capaian tersebut berkontribusi 11,36 persen dari total investasi Banten yang mencapai Rp 29,7 triliun.
“Dari jumlah tersebut, investasi di Tangsel terdiri dari dua sumber utama, yakni Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN),” ujarnya, Kamis 14 Agustus 2025.
Berdasarkan data DPMPTSP, rincian investasi Tangsel pada Triwulan II 2025 adalah sebagai berikut:
PMA (Penanaman Modal Asing): Rp 750 miliar atau 7,86 persen dari total PMA Banten.
PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri): Rp 2,62 triliun atau 13,02 persen dari total PMDN Banten.
Meski tak menembus tiga besar, Tangsel tetap menjadi magnet investasi khususnya di sektor perkotaan. Menurut Virgojanti, posisi geografis Tangsel dan pertumbuhan kotanya menjadikan sektor jasa, perdagangan, dan properti sebagai penopang utama investasi.
“Kota Tangsel menunjukkan daya tarik sebagai pusat investasi, terutama di sektor jasa, perdagangan, dan properti yang berkembang seiring pertumbuhan kawasan perkotaan,” ungkapnya.
Kini, perhatian tertuju pada bagaimana Tangsel bisa menggenjot sektor unggulan lain, menyederhanakan proses perizinan, dan memperkuat kemitraan strategis agar tidak terus tertinggal dari daerah-daerah industri besar seperti Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon.
Editor :Merwanda











