KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Di tengah gegap gempita perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia yang menghiasi sudut-sudut Kota Tangerang dengan bendera merah putih, ada satu titik sunyi yang menyimpan makna terdalam dari kata “merdeka”: Taman Makam Pahlawan (TMP) Taruna.
Berlokasi di Jalan Daan Mogot, Kelurahan Sukaasih, TMP Taruna bukan sekadar tempat pemakaman, tetapi monumen hidup perjuangan para taruna yang gugur dalam Peristiwa Lengkong, 25 Januari 1946—salah satu babak heroik dalam sejarah kemerdekaan Indonesia yang terjadi tepat di wilayah Tangerang.
Di antara deretan nisan putih yang berdiri rapi, nama-nama seperti Mayor Daan Mogot mengingatkan kita bahwa kemerdekaan tidak datang dengan mudah. Jalan protokol yang kini ramai dilalui warga itu, dulunya adalah medan tempur yang menyisakan duka sekaligus kehormatan.
Kisah perjuangan itu kini dilestarikan di Museum Juang Taruna, yang berdiri tak jauh dari area makam. Museum ini menyimpan bukti sejarah berupa foto, relief, tugu nama pejuang, hingga dokumentasi Akademi Militer Tangerang tempo dulu—menghidupkan kembali semangat generasi muda yang memilih mengangkat senjata demi tanah air.
Setiap tahun, TMP Taruna menjadi titik hening di tengah riuh kemerdekaan. Bukan sekadar lokasi ziarah, tapi ruang refleksi untuk masyarakat Banten, khususnya Tangerang, agar tak melupakan sejarah daerahnya sendiri sebagai bagian penting dari perjuangan nasional.
Peringatan HUT RI ke-80 bukan hanya momentum pesta rakyat, tapi juga pengingat agar semangat juang para taruna tetap hidup dalam kehidupan warga, terutama generasi muda. Di TMP Taruna, sejarah bukan hanya dikenang—tapi diwariskan.
Editor : Merwanda











