SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dari Kota Serang hingga menembus kampus ternama di Amerika Serikat, perjalanan Cylova Zuleyka Hukmasabiyya (18) adalah sebuah impian yang berhasil diwujudkan.
Lulusan SMAN 2 Kota Serang ini membuktikan bahwa akar sederhana tidak menjadi penghalang untuk meraih mimpi mendunia. Cylova, putri pertama pasangan Nanang Irawan dan Faujia Dos Santos, telah menunjukkan bahwa semangat dan bakat lokal mampu menembus batas kebangsaan.
Cylova menerima tawaran beasiswa dari empat universitas di Amerika Serikat, yaitu Murray State University, Texas University, Las Vegas University, dan Eastern Michigan University (EMU). Semua tawaran itu datang hampir bersamaan membuatnya dihadapkan pada pilihan sulit. Tahun lalu, ketika banyak teman seangkatannya masih disibukkan dengan SNMPTN, daftar jurusan, dan prediksi nilai, ia justru dihadapkan pada dilema memilih universitas terbaik untuk masa depannya.
Setelah melalui pertimbangan matang bersama kedua orang tuanya, Cylova akhirnya memutuskan melanjutkan studi di Eastern Michigan University dengan beasiswa penuh,bsebuah capaian langka bagi atlet muda Indonesia.
Keputusan itu sekaligus menjadikannya bagian dari tim tenis wanita EMU untuk musim 2025–2026, setelah resmi menandatangani Athletic Financial Aid Agreement bersama dua atlet lain pada 20 Juni 2025. Rekrutan baru ini datang dengan reputasi gemilang.
Cylova adalah pemain tenis junior nomor satu Indonesia di kategori U16 dan U18, pemegang empat gelar tunggal ITF Junior, dua gelar ganda, serta pernah menempati peringkat terbaik ITF Junior di posisi ke-536 dengan UTR sebesar 9.11.
Prestasinya juga tercatat di level internasional. Cylova telah mewakili Indonesia di berbagai turnamen, termasuk Billie Jean King Cup tingkat senior zona Asia/Oceania. Dalam ajang bergengsi itu, ia mencatat hasil sempurna di babak grup dan turut membawa Indonesia promosi ke Grup II dunia.
Di luar lapangan, pelatih EMU Ryan Kucera memuji sosok Cylova. “Permainannya menyenangkan untuk ditonton. Ia juga pribadi yang rendah hati dan penuh perhatian, yang akan memberi pengaruh positif pada budaya tim kami,” ujarnya.
Kini, gadis asal Banten itu tengah bersiap menapaki fase baru sebagai freshman di EMU, universitas anggota NCAA Divisi I—kompetisi olahraga kampus paling bergengsi di Amerika dan dunia.
Gelombang prestasi dari olahraga kampus ini akan menjadi panggung baru bagi Cylova untuk membuktikan bahwa anak dari lorong-lorong kecil Serang mampu bersinar di kancah global.
Cerita Cylova pun menjadi inspirasi bagi banyak pemuda-pemudi Banten, bahkan Indonesia. Lebih dari sekadar kisah tentang beasiswa dan prestasi atlet tenis, perjalanannya adalah bukti bahwa dari akar sederhana, semangat global bisa tumbuh.
Dari kota kecil di Banten, Cylova membuktikan bahwa mimpi besar bukanlah hal yang mustahil. Ia mengangkat harapan dan jati diri daerahnya ke kancah dunia, menuliskan babak baru tentang kebanggaan dan potensi anak bangsa—sebagaimana kejayaan Banten di masa silam yang pernah memikat perhatian dunia.
Nanang Irawan berharap putri pertamanya itu mampu mewujudkan cita citanya di Amerika Serikat dan menjadi salah satu petenis putri papan atas dunia.
“Mohon doanya,” kata Nanang kepada Radar Banten, Minggu, 24 Agustus 2025.
Editor: Bayu Mulyana











