LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Gelombang tinggi kembali menerjang kawasan pantai selatan Kabupaten Lebak. Objek wisata Pantai Bagedur di Kecamatan Malingping dan Goa Langir di Kecamatan Bayah menjadi lokasi yang terdampak paling parah. Deburan ombak setinggi lebih dari dua meter menghantam bibir pantai, membuat sejumlah wisatawan yang berkunjung terpaksa menepi.
Ombak besar tidak hanya mengikis garis pantai, tetapi juga membuat sejumlah pedagang di tepi pantai mengevakuasi lapak dagangannya lebih jauh dari bibir laut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini. Berdasarkan data prakiraan cuaca, wilayah perairan selatan Lebak berpotensi mengalami gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori sedang. Kondisi ini dipicu oleh kecepatan angin dan tekanan udara yang tidak stabil di Samudra Hindia.
Menanggapi situasi tersebut, Kepala Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Lebak , Erwin Komara Sukma, meminta seluruh wisatawan agar benar-benar mematuhi imbauan petugas di lapangan.
“Sesuai dengan prakiraan dari BMKG terkait situasi kondisi cuaca ekstrim dan ketinggian gelombang di beberapa wilayah. Maka Balawista Lebak menekankan kepada para anggotanya yang bertugas di Masing-masing destinasi wisata pantai untuk selalu siaga,” kata Erwin kepada RADARBANTEN.CO.ID saat dihubungi melalui telepon WhatsApp, Senin 25 Agustus 2025.
Menurut Erwin, kawasan pantai selatan memiliki karakter ombak yang besar dan arus bawah laut yang kuat. Ia menyebutkan seluruh petugas Balawista sudah diberikan arahan agar bisa mencegah para wisatawan berenang.
“Kami menghimbau seluruh wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas di pinggir pantai baik mancing atau pun berenang, hal ini di maksud demi keamanan dan keselamatan Wisatawan,” terangnya.
Erwin juga menekankan pentingnya peran pengelola wisata dalam memberikan edukasi dan pengawasan. “Papan peringatan sudah ada, tapi tetap perlu penjagaan langsung dari petugas. Dengan begitu, wisatawan lebih patuh terhadap aturan keselamatan,” tambahnya.
Reporter: Nurandi
Editor: Aditya











