LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengalokasikan anggaran besar senilai Rp 175 miliar pada tahun anggaran 2025 untuk memperbaiki ratusan jalan desa yang rusak di delapan kabupaten/kota. Kabupaten Lebak dan Pandeglang mendapat porsi prioritas, karena tercatat memiliki kondisi jalan terparah.
Hal itu disampaikan langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni, saat meninjau kerusakan jalan di Desa Karyajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Rabu 27 Agustus 2025.
“Jadi gini, kami ini mulai bekerja Februari 2025 dan kemudian dalam proses ini kami menyusun RJMB, kemudian juga melaksanakan perintah Presiden melalui Inpres 01 Tahun 2025. Mana kami diperintahkan untuk melakukan efisiensi dan kemudian dalam efisiensi tersebut kami merelokasi ya,” kata Andra saat berada di Kantor Desa Karyajaya.
Ia menambahkan bahwa program pembangunan jalan desa merupakan hasil relokasi dari anggaran tidak produktif, yang kini diarahkan ke sektor prioritas seperti pendidikan dan infrastruktur dasar.
“Merelokasi anggaran dari anggaran-anggaran yang kami anggap tidak tidak produktif. Kami alihkan ke yang produktif. Salah satunya adalah merelokasi anggaran menjadi program sekolah gratis. Kedua adalah jalan desa atau membangun jalan desa,” lanjutnya.
Berdasarkan data Pemprov Banten, di Kabupaten Lebak saja terdapat 19 titik jalan desa yang akan dibangun tahun ini. Kondisi rusak dan akses terbatas menjadi alasan utama pemilihan lokasi.
“Jadi kurang lebih total anggaran dalam 1 tahun ini 2025 ini kurang lebih sekitar Rp 175 miliar. Kurang lebih sekitar segitu dan di Kabupaten Lebak sendiri total nanti ada 19 titik ya 19 titik,” tuturnya.
Gubernur juga menekankan pentingnya pengawasan kolektif antara pemda dan masyarakat, agar pembangunan tidak hanya cepat, tapi juga tepat sasaran dan berkualitas.
“Saya sudah koordinasi dengan Pak Bupati untuk sama-sama mengawasi agar kualitasnya sesuai dengan yang kita harapkan dan kemudian lokasinya benar-benar yang memang memerlukan dan kemudian berdampak kepada produktivitas,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











