CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Heni Anita Susila, mengumpulkan sejumlah kepala sekolah negeri di Kota Cilegon di Aula PGRI Kota Cilegon pada Selasa 2 September 2025.
Pertemuan itu digelar untuk memberikan arahan terkait antisipasi pelibatan pelajar dalam aksi unjuk rasa yang tengah marak di sejumlah daerah.
Heni menegaskan bahwa seluruh kegiatan belajar di Kota Cilegon tetap berjalan normal secara tatap muka.
Tidak ada kebijakan pembelajaran daring seperti di wilayah lain. Hal ini sesuai hasil rapat koordinasi lintas sektor pendidikan bersama Gubernur Banten.
“Di Cilegon tidak ada daring, sesuai arahan dari Gubernur kemarin kita rapat koordinasi lintas sektor pendidikan,” tegas Heni.
Ia juga menekankan agar kepala sekolah memastikan anak didiknya tidak terlibat aksi maupun tindakan anarkis.
Khususnya pelajar SMP yang berada di wilayah perbatasan, diminta mendapat pengawasan lebih ketat dari pihak sekolah maupun orang tua.
“Tidak ada daring, kemudian juga anak-anak SMP karena anak-anak sekolah yang diperbatasan yang ikut demo dijaga anak-anaknya,” katanya.
Lebih lanjut, Heni menyebut langkah pembinaan kepala sekolah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kondusifitas Kota Cilegon.
“Ini sudah pembinaan kepala-kepala sekolah, dan insyaallah Cilegon aman yah tidak ada demo-demo,” ujarnya.
Selain itu, penggunaan gawai dan media sosial pelajar juga menjadi perhatian. Dindikbud meminta orang tua turut mendampingi anak-anaknya agar tidak mudah terpengaruh berita hoaks yang beredar.
“Penggunaan gadget, media sosial, karena banyak berita hoaks, jadi anak-anak harus didampingi oleh orang tua, khususnya saat ini,” kata Heni.
Ia memastikan seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, tetap menjalankan pembelajaran tatap muka.
“Sama ajh semua, guru-guru swasta kita belajar seperti biasa tidak ada yang daring. Kalau di Serang kan daring sampai tanggal 4, kalau Cilegon enggak ada daring,” tutupnya.











