PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang bersama tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), melaksanakan kegiatan identifikasi pendaftaran varietas dan indeks geografis (IG) Kopi Puhu Kaki Gunung Karang, di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang.
Kopi Puhu ini merupakan olahan buah kopi hitam pilihan yang harum dan istimewa yang tumbuh di hutan semak belukar di Desa Bandung, kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang. Kopi Puhu ini sejenis kopi robusta, yang termasuk kopi paling tua karena sudah ada sejak zaman lurah Hamidah tahun 1840 Masehi hingga sekarang tumbuh subur di Desa Bandung.
Kopi Puhu ini hasil panen dari memetik buah sudah tua di pohon kemudian dipetik, dikupas, pemecahan, penjemuran hingga menjadi powder dan bubuk.
Kepala Desa Bandung Wahyu Kusnadiharja mengatakan, Kopi Puhu dilakukan penelitian oleh badan riset dan inovasi nasional.
“Penelitian dilakukan dalam rangka persiapan untuk dinaikkan menjadi kopi indikasi geografis pertama di Banten,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, melalui sambungan telepon selularnya, Rabu, 3 September 2025.
Wahyu menjelaskan, Indikasi geografis itu adalah legalitas dari sebuah produk yang tertanam di satu wilayah sama. “Hanya seperti bentuknya hak kekayaan intelektual tapi dalam bentuk indikasi geografis. Namanya yang sertifikatnya dikeluarkan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang Nasir mengatakan, kegiatan identifikasi pendaftaran varietas dan indeks geografis (IG) Kopi Puhu Kaki Gunung Karang, ini dilakukan karena adanya potensi hasil perkebunan kopi di Pandeglang yang menunjukan peningkatan secara signifikan.
“Menjadikan kopi sebagai komoditas unggulan. Produksi biji Kopi Puhu di Kaki Gunung Karang yang dikelola oleh BUMDes Warga Dekat Desa Bandung tersebut dapat menghasilkan sekitar 12 ton biji kopi kering per tahun yang dipasarkan ke sejumlah daerah di Provinsi Banten dan Jabodetabek,” katanya.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan keaslian mutu, dan kekhasan Kopi Puhu sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.
“Memberikan perlindungan hukum terhadap identitas kopi puhu melalui indikasi geografis,” katanya.
Kemudian, mendorong peningkatan nilai tambah dan daya saing kopi puhu baik di tingkat nasional maupun internasional. Menopang kesejahteraan petani kopi lokal melalui penguatan branding dan pemasaran berbasis kekayaan daerah. Dengan terdaftarnya produk alam sebuah desa pada perlindungan indikasi geografis akan meningkatkan perekonomian bagi Desa Bandung.
“Oleh karenanya bersama Kepala Desa Bandung mengusahakan agar Kopi Puhu Kaki Gunung Karang Pandeglang bisa lolos menjadi indikasi geografis jenis kopi pertama di Banten,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: AGung S Pambudi











