SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Program Lingkungan Resik Lan Aman (LRLA) kembali digelar di Kota Serang tahun 2025. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Salah satu fokus utama LRLA adalah mengurangi timbunan sampah yang selama ini langsung masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong. Kapasitas pengolahan di TPA yang terbatas membuat upaya pengurangan sampah dari hulu menjadi sangat penting agar tidak terus menumpuk di landfill.
Plt Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Kota Serang, Mualimin, menjelaskan LRLA tidak hanya sekadar lomba, tetapi juga wadah edukasi. Salah satu fokus utamanya adalah upaya pengurangan volume sampah sebelum masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong.
“Bagaimana sampah itu bisa dikelola sejak dari hulu, sehingga ketika sampai ke hilir di TPSA Cilowong, jumlahnya sudah berkurang. Selama ini, hampir semua sampah menumpuk di TPA Cilowong,” kata Mualimin di Aula Kecamatan Serang, Jumat 12 September 2025.
Menurutnya, TPA Cilowong saat ini memiliki mesin pengelolaan dengan kapasitas 100 ton per hari. Namun, volume sampah yang masuk mencapai 380 sampai 400 ton setiap hari. “Sisanya menumpuk di area landfill. Karena itu, lewat program ini kita ingin mengedukasi masyarakat agar Kota Serang bisa bebas dari sampah dan lebih hijau,” ujarnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Aditya











