LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pengusaha tambak udang Umar Buntara memastikan bahwa udang yang berasal dari Banten dalam kondisi aman dikonsumsi. Menurutnya dampak radioaktif pada udang berasal dari luar pabrik bukan dari PT. BMS.
Hal tersebut dipastikan setelah pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan melakukan penyelidikan dan akhirnya melokalisasi pabrik PT Peter Metal Technology (PMT) di kawasan Cikande Modern yang diduga menjadi sumber kontaminasi radioaktif terhadap udang beku ekspor olahan PT. BMS, Jumat 12 September 2025.
“Radioaktif secara murni, hanya imbas dari pengolahan baja yang ada sekitar pabrik setempat. Karena memang tidak terbukti bahwa di BMS sendiri ada radioaktif itu kan dari imbas luar pengelolaan baja. Jadi, secara internal di BMS murni enggak ada,” tegas pengusaha yang akrab disapa H. Buntara ini, kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu 14 September 2025.
Ia menjelaskan, produk udang yang dikelola petambak dengan bahan alami dan dipastikan tidak mengandung bahan kimia.
“Karena di sini gak pakai barang bahan kimia, misalnya antibiotik, bahan pengawet, pewarna tidak ada. Karena murni radioaktif itu terkonfirmasi dari pengelolaan limbah dan pengelolaan baja yang ada di luar BMS,” jelasnya.
Buntara menambahkan, udang yang dikelola di tambak dalam kondisi aman. Ia berharap pasokan udang ekspor ke Amerika bisa kembali lancar dan tidak ada kendala.
“Udang kita aman buat di konsumsi. Jadi enggak ada masalah sebenarnya. Tinggal pemerintah, Kementerian Kelautan negosiasi dan melobby Amerika untuk bisa menerima kembali barang-barang kita,” terangnya.
Lebih lanjut, Ia menyebutkan, penolakan ekspor dari Amerika sangat besar pengaruhnya, terutama pada mereka yang bekerja dan mencari nafkah dari tambak. “Kalau enggak dampaknya akan terjadi pengangguran sangat besar,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











