LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Gula aren khas Kabupaten Lebak sangat terkenal di pasaran. Lewat proses tradisional salah satunya berlokasi di Kampung Guahguyang, Desa Cibungur, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak.
Di daerah peggunungan tersebut, tradisi mengolah nira pohon enau menjadi gula aren berkualitas.
Pengolahan gula aren di Kampung Guahguyang, telah berlangsung turun-temurun dan menjadi salah satu penopang ekonomi utama masyarakat di Lebak Selatan.
Abah (53) adalah seorang pengrajin gulan aren mengungkapkan, dirinya hampir 30 tahun menggeluti usaha gula aren.
Setiap pagi dan sore, ia memanjat pohon enau untuk menyadap nira yang kemudian ditampung di tabung bambu atau lahang.
Nira yang ia ambil kemudian direbus berjam-jam di atas tungku kayu bakar hingga mengental menjadi gula berwarna cokelat keemasan. Setelah itu, gula aren yang sudah matang kemudian di bungkus menggunakan daun salak muda.
“Proses memasaknya bisa enam jam sampai nira matang. Sehari saya bisa dapat sekitar 100 batok gula aren,” kata Abah Atma kepada RADARBANTEN.CO.ID saat berada di tempat pembuatan gula, Senin 15 September 2025.
meski pembuatan gula aren itu dikerjakan masih secara tradisional, namun produksi gula aren di Cibungur cukup signifikan. Sekitar 30 kepala keluarga menekuni usaha serupa. Hasilnya dipasarkan ke Pasar Kupa, pusat perdagangan di wilayah Lebak selatan.
“Ini nantinya di jual ke Pasar Kupa, semuanya yang punya usaha gula aren di sini di jualnya di pasar Kupa,” ujarnya.
Harga gula aren di wilayahnya berada di kisaran Rp45.000 per kojor, namun pada musim tertentu, seperti Ramadan dan Idul Adha bisa naik menjadi Rp50.000 atau lebih.
“Kalau lagi banyak ya dapat Rp100.000 sehari, tapi kalau lagi sedikit paling Rp50.000,” jelasnya.
Ia menambahkan, bagi warga Cibungur, gula aren bukan sekadar pemanis tradisional. Tetapi produk ini adalah sumber penghidupan utama yang menyokong kebutuhan keluarga dan menggerakkan roda ekonomi desa.
Mereka berharap gula aren Cibungur dapat menjadi produk unggulan khas Lebak yang dikenal secara nasional.
“Kami ingin pemerintah mendukung supaya gula aren dari sini bisa lebih dikenal luas, selain itu kami juga masih membutuhkan bantuan seperti pemberian kuali besar karena kuali di kami masih terbilang kecil dan sudah banyak yang bolong,” terangnya.
Reporter : Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











