LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak akan membangun jalan poros desa di Kampung Suminta, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak. Diketahui jalur tersebut merupakan jalan penghubung tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Cikulur, Cibadak, dan Warunggunung.
Jalan tersebut rusak sudah lebih dari 20 tahun. Total jalan yang rusak sepanjang satu kilometer tersebut direncanakan masuk dalam prioritas pembangunan pada tahun anggaran 2026.
Kepala Bidang (Kabid) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan pada DPUPR Kabupaten Lebak, Hamdan Soleh, mengatakan, pihaknya sudah memeriksa detail kondisi jalan, mulai dari panjang, lebar, hingga tingkat kerusakan sebagai dasar pengajuan program pembangunan.
“Ya, akan dibangun tahun depan,” kata Hamdan saat meninjau jalan tersebut, Rabu 17 September 2025.
Hamdan menjelaskan, apabila tidak terakomodasi dalam APBD II Kabupaten Lebak, pihaknya akan mengusulkan pembangunan jalan ini melalui program di tingkat Provinsi Banten melalui program Bang Andra (Bangunan Jalan Desa Sejahtera).
“Kerusakannya sudah parah dan tidak layak dilewati kendaraan. Kami mengusulkan penanganan dengan konstruksi beton. Targetnya, pekerjaan bisa dimulai pada triwulan pertama atau kedua tahun 2026, tepat di bulan Maret sampai Juni,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua RT Kampung Suminta, Jana, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kunjungan pemerintah ke wilayahnya. Ia berharap kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni belaka, melainkan langkah nyata yang membawa perubahan positif bagi warganya.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah yang sudah turun langsung melihat kondisi jalan. Tetapi jangan hanya sekadar kunjungan seremonial, kami butuh kerja nyata. Jalan ini sudah rusak selama puluhan tahun. Kami berharap pembangunannya segera dilakukan karena masyarakat sangat membutuhkan akses yang layak,” ujarnya.
Lebih lanjut, kata Jana, selama ini masyarakat setempat sering melakukan perbaikan dengan cara menimbun jalan yang rusak secara swadaya menggunakan puing bangunan agar lebih layak dilewati. Namun kondisi jalan tetap jauh dari standar aman dan nyaman.
“Kadang banyak pengendara yang terjatuh. Saat musim hujan anak-anak sekolah harus berjalan kaki tanpa alas. Kami berharap dengan pembangunan ini akses transportasi jadi lebih lancar dan menunjang perekonomian warga,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











