• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Humaniora

Jawara Berkah: Mengubah Paradigma Sampah dari Bencana Menjadi Berkah di Banten (1)

Redaksi by Redaksi
Sabtu, 20 September 2025 11:38
in Humaniora
Jawara Berkah: Mengubah Paradigma Sampah dari Bencana Menjadi Berkah di Banten (1)

Dr. Ruli Riatno, ST., M.Si

Oleh: Dr. Ruli Riatno, ST., M.Si

Provinsi Banten, sebagai salah satu jantung industri dan penyangga ekonomi nasional, tengah berada di persimpangan jalan kritis. Di balik gemerlap pembangunan, ter­sembunyi se­buah bom waktu eko­logis: krisis pe­nge­lolaan sam­pah.

RelatedPosts

Pemkab Tangerang

Pemkab Tangerang Bantu Pengobatan Bayi Penderita Jantung Bawaandi Cikupa

Rabu, 23 September 2026 08:01
Bantuan Air Bersih

BPR Serang dan BAZNAS Salurkan 20 Tengki Air Bersih

Senin, 21 September 2026 18:24
Ilustrasi Apartemen Green Park Terrace, Cilegon. Foto : PP

Mangkrak, Pembeli Apartemen Green Park Terrace Adukan Pembiayaan ke Kejati Banten

Selasa, 11 Agustus 2026 14:16
Baduy Dalam: Simbol Harmoni Sosial dan Ekologi

Baduy Dalam: Simbol Harmoni Sosial dan Ekologi

Senin, 13 Oktober 2025 10:30

Data berbicara tan­­­pa kompromi. Pada tahun 2025, Ban­ten meng­ha­sil­kan kurang lebih dari 8.126 ton sam­pah/hari.

Yang lebih meng­­kha­watir­kan, 86,6% sam­pah yang di­hasil­kan atau kurang lebih 7.034,16 Ton/hari tidak terkelola, dimana 3.771 ton/hari atau 46,4% sampah ditimbun secara terbuka (open dumping) di TPA, se­dangkan sisanya bocor ke lingkungan, men­cemari sungai, tanah, dan laut kita.

Realitas di lapangan menunjukkan kon­disi yang memprihatinkan. Tempat Pem­rosesan Akhir (TPA) kita semakin kritis ka­pasitasnya. Banyak kabupaten/kota masih terpaksa mengandalkan metode open dumping (penimbunan secarater­buka) yang usang, ilegal, dan berbahaya. Jika kita terus melanjutkan pendekatan yang bisa dilakukan (business-as-usual), Banten tidak hanya akan gagal memenuhi mandat nasional (Jakstranas) untuk mengelola 100% sampah pada 2029, tetapi kita juga akan mewariskan bencana lingkungan bagi generasi mendatang.

Akar Masalah: Kegagalan Tata Kelola dan Biaya Tak Terlihat

Me­ngapa krisis ini terjadi? Akar masalah sesungguhnya bukan pada volume sampah atau ketiadaan teknologi, melainkan pada kegagalan tata kelola (governance failure).

Selama ini, paradigma dominan “kumpul-angkut-buang” telah memperlakukan sampah sebagai beban yang menghabiskan APBD, bukan sebagai sumber daya yang bernilai. Kegagalan tata kelola ini termani­festasi dalam bentuk fragmentasi ekosistem. Para pemangku kepentingan—pemerintah, industri daur ulang, bank sampah, aka­de­misi, hingga sektor informal—berjalan sendiri-sendiri. Mentalitas silo antar-lembaga menghambat kolaborasi yang efektif.

Kondisi ini menciptakan biaya tak terlihat yang sangat besar. Pertama, kebocoran eko­nomi. Kita kehilangan potensi nilai tam­bah miliaran rupiah karena gagal me­ngubah sampah menjadi bahan baku industri. Bappenas memproyeksikan eko­nomi sirkular dapat menciptakan 4,4 juta lapangan kerja hijau di Indonesia pada 2030, dan Banten kehilangan porsi signifikan dari potensi ini setiap hari. Kedua, degradasi lingkungan yang secara langsung menurun­kan kualitas hidup dan kesehatan publik. Ketiga, dan yang tak kalah penting, adalah risiko integritas. Rantai pasok sampah yang tidak terstruktur dan tidak transparan mem­buka celah signifikan bagi praktik korupsi, pungutan liar, dan inefisiensi ang­garan. Sampah bukan lagi sekadar isu ling­kungan, tetapi telah menjadi krisis integritas yang merusak kepercayaan publik.

Penulis adalah Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran, DLHK Provinsi Banten / Peserta PKN Tingkat II.

Tags: wacana publik
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Agenda Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang Hari Ini, 19 September 2025: Hadiri Peringatan Maulid Nabi SAW dan Pelantikan Asosiasi PKL Perjuangan

Next Post

China Master 2025: Fajar/Fikri Kembali Pecundangi Eks Ganda Putra Nomor 1 Dunia, Tiga Wakil Indonesia ke Perempat Final

Next Post
China Master 2025: Fajar/Fikri Kembali Pecundangi Eks Ganda Putra Nomor 1 Dunia, Tiga Wakil Indonesia ke Perempat Final

China Master 2025: Fajar/Fikri Kembali Pecundangi Eks Ganda Putra Nomor 1 Dunia, Tiga Wakil Indonesia ke Perempat Final

Puluhan PKL Bonakarta Geruduk Kantor Wali Kota Cilegon, Minta Solusi Relokasi

Puluhan PKL Bonakarta Geruduk Kantor Wali Kota Cilegon, Minta Solusi Relokasi

Rabu, 14 Oktober 2026 11:44
Penambahan Kursi DPRD Cilegon

Potensi Penambahan Kursi Dewan, Golkar Cilegon Siapkan Calon Potensial

Selasa, 13 Oktober 2026 16:32
Kecamatan Tigaraksa borong empat penghargaan

Kecamatan Tigaraksa Borong Empat Penghargaan pada HUT ke-394 Kabupaten Tangerang

Rabu, 14 Oktober 2026 08:58
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Selasa, 17 Maret 2026 13:21
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02
Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Selasa, 17 Maret 2026 13:25

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

pengembanhan ekonomo daerah

Bupati Hasbi MoU Pengembangan Ekonomi Daerah Komoditas Padi Terintegrasi

by Nurabidin
Rabu, 14 Oktober 2026 19:34
0

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak komitmen untuk mengambil peran aktif dalam mewujudkan ekosistem bisnis komoditas padi terintegrasi. Apalagi,...

pembangunan ratusan huntap lebakgedong

Hasbi Berharap Huntap Tahap Pertama Selesai Akhir Tahun

by Nurabidin
Rabu, 14 Oktober 2026 19:29
0

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID - Bupati Lebak Hasbi Jayabaya berharap pembangunan 104 unit hunian tetap (Huntap) di Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak,...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.