PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha lokal. Pasalnya, Prabowo Subianto menekankan bahwa bahan baku MBG harus disuplai dari produk dalam negeri sehingga bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Salah satunya dirasakan oleh Yadi, perajin tempe asal Kampung Maja Masjid, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, yang berpeluang menjadi salah satu pemasok tempe untuk program tersebut.
“Untuk MBG, Alhamdulillah nanti bulan Oktober sesuai negosiasi antara produsen dan konsumen. Insyaallah kami dari Majasari akan memberikan mutu terbaik ketika terpilih menjadi supplier tempe untuk MBG,” kata Yadi, Minggu 21 September 2025.
Yadi menyebutkan hingga kini pihaknya masih dalam tahap penjajakan terkait dapur umum yang akan menyalurkan tempe dalam program MBG. Meski begitu, ia mengaku bersyukur lantaran program itu bisa membuka peluang baru bagi usaha yang digelutinya.
“Alhamdulillah ini merupakan berkah dan membantu kami. Mudah-mudahan program MBG bisa berjalan baik dan lancar,” ujarnya.
Dari hasil negosiasi, Yadi menyebutkan dirinya mampu melakukan pengiriman tempe dua hingga tiga kali dalam sepekan ke dapur umum MBG. Setiap pengiriman diperkirakan mencapai 300 sampai 400 potong tempe dengan ukuran Rp5 ribu per potong.
“Kalau 400 potong berarti Rp2 juta. Kalau pengiriman tiga kali seminggu, berarti pemasukan ke kita sekitar Rp6 juta per minggu,” jelasnya.
Meski begitu, Yadi mengakui kondisi ekonomi saat ini belum sepenuhnya membaik. Karena itu, ia siap melakukan penyesuaian harga agar tetap bisa membantu kelancaran program MBG.
“Mungkin strateginya kita saling memahami. Harga bisa kita minimalisir supaya sama-sama saling membantu,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Aditya











