LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Kepala Desa Kanekes Oom meminta penanganan dan penyediaan serum anti bisa ular untuk warganya. Hal tersebut disampaikan, saat menjalani dialog bersama Gubernur Banten Andra Soni, Kapolda Banten Irjen Pol Hengky, dan Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim.
Selain serum antis bisa ular, Oom menuturkan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melakukan prioritas penanganan penyakit turberkolosis atau TBC di wilayah Baduy.
Oom menyampaikan, dua permintaan yang menjadi permasalahan warganya di Baduy luar dan dalam. “Kami berbincang ngobrol sering ko diskusi sama Pak Kapolda, sama Pak Gubernur juga, bahkan sama jajaran yang lainnya juga sama, ketua DPR juga. Di situlah kami berbincang membahas masalah satu anti bisa ular yang kedua pengobatan untuk TB,” kata Oom saat berada di Baduy.
Lebih lanjut, ia menjelaskan sudah berbincang dengan Gubenur dan Ketua DPRD Banten agar wilayah Baduy mendapat penanganan khusus.
“Satu mengenai anti bisa pengen di dikecualikan dan pengen diprioritaskan masyarakat masyarakat Baduy ini sangat luas bahkan masyarakat Baduy ini apa sih akses jalannya tidak bisa ditempuh dengan kendaraan,” jelasnya.
Oom menambahkan, terkait dengan harga vaksin yang mahal ia berharap dan meminta langsung kepada Gubernur agar diberikan pengecualian.
” Nah, masalah mengenai obat antibisa itu tadinya kan saya juga nyimak dari warga Baduy Dalam itu digigit sama luar. Nah, di situlah saya nyimak di situlah dipinta Rp3.500.000 sekali pengobatan,” tuturnya.
“Ya katanya itu sudah disuntik dengan anti bisa, harganya sangat mahal. Nah, cuman saya diskusikan, saya sampaikan juga agar diberikan pengecualian,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











