slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Humaniora

Mengapa Tiongkok Lebih Kaya Raya, Sementara Indonesia Lebih Bebas? (2/habis)

Redaksi by Redaksi
03-10-2025 09:00:47
in Humaniora
Mengapa Tiongkok Lebih Kaya Raya, Sementara Indonesia Lebih Bebas? (1)
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Oleh: Nahwadhia Fityan Mutammima

Kontrol Ketat Partai Komunis

Baca Juga :

Menunaikan Janji, Merawat Marwah, Kado Indah Untuk Madrasah 

Puasa Proses Pembentukan Jati Diri

Puasa Mengikis Kesombongan

Tragedi Administratif Misbahul dan Fenomena Inses Birokrasi dalam Struktur Masyarakat Sipil

Model Tiongkok bukan­lah kapitalisme murni, me­lainkan Kapitalisme Negara (State Capitalism). Partai Komunis Tiongkok (PKT) tetap memegang ken­dali politik yang ab­solut dan pengaruh kuat di sektor ekonomi strategis, me­mastikan BUMN tetap dominan, efisien, dan kompetitif.

Hasil Ekonomi yang Mencengangkan

Tiongkok mencatat pertumbuhan rata-rata hampir 10% per tahun selama tiga de­kade. Ratusan juta penduduk terangkat dari kemiskinan, mengubah Tiongkok men­jadi kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia. Pendapatan per kapita mereka me­ningkat tajam, jauh melampaui Indo­nesia.

Namun, harga dari kemajuan ini mahal: ketidaksetaraan pendapatan yang parah dan kurangnya kebebasan politik serta pembatasan informasi yang ketat.

Indonesia: Dari Pancasila ke Ekonomi Pasar

Indonesia mendasarkan sistem ekonomi­nya pada Sistem Ekonomi Pancasila (Pasal 33 UUD 1945), yang mengedepankan ke­keluargaan, demokrasi ekonomi, dan kea­dilan sosial. Prinsipnya menolak eks­trem: tidak mau liberalisme (free-fight li­b­eralism) maupun komunisme (étatisme).

Liberalisasi Pasca-Reformasi.

Meskipun berlandaskan Pancasila, reali­tas ekonomi Indonesia pasca-Orde Baru dan krisis 1998, bergerak menuju Ekonomi Pasar Terbuka yang lebih liberal. Reformasi yang didorong oleh deregulasi, privatisasi, dan keterbukaan pasar, men­jadikan In­donesia sangat bergantung pada investasi swasta dan permintaan do­mestik.

Demokrasi Versus Kecepatan Pembangunan

Indonesia berhasil menjaga demokrasi politik dan stabilitas ekonomi makro. Ke­­bebasan berekspresi dan hak milik pri­badi lebih terjamin, sebuah nilai yang tak dimiliki Tiongkok.

Namun, laju pertumbuhan ekonomi In­donesia cenderung lebih lambat dan ku­rang konsisten dibandingkan rivalnya. Indonesia kini berjuang keras untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap), sambil bergulat dengan masalah klasik seperti birokrasi yang lambat, korupsi, dan kesenjangan infrastruktur.

Kesimpulan: Kualitas Kemajuan yang Berbeda

Dua negara, dua pertukaran (trade-off) yang fundamental:pertama, Tiongkok: Me­milih Kemajuan Ekonomi dengan me­ngorbankan Kebebasan Politik. Kedua, Indonesia: Memilih Demokrasi Politik dengan kecepatan pembangunan ekonomi yang Lebih Moderat.

Jika tolok ukur kemajuan adalah PDB dan kecepatan pengentasan kemiskinan, Tiongkok jelas memenangkan perlombaan.

Namun, kemajuan sejati tidak hanya diukur dengan angka PDB. Indonesia me­nawarkan model yang lebih ber­ke­lan­jutan secara politik dalam kerangka de­mokrasi—nilai fundamental yang tak dapat diabaikan.

Masa depan ditentukan oleh kemampuan mereka mengatasi masalah internal: Tiong­kok harus menemukan cara mengu­rangi kesenjangan tanpa mengorbankan stabilitas, sedangkan Indonesia harus mem­berantas korupsi dan membangun institusi kuat agar nilai-nilai Ekonomi Pan­casila (kekeluargaan dan keadilan sosial) bisa bersanding harmonis dengan daya saing di pasar global.

(Penulis adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi, FISIP Untirta.)

Tags: wacana publik
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Bupati Pandeglang Dijadwalkan Menghadiri Sosialisasi BBWSC3 Hari Ini, 3 Oktober 2025

Next Post

Siap-siap, Pemerintah Kasih Diskon Tiket Kereta, Kapal, dan Pesawat untuk Natal dan Tahun Baru 2026

Related Posts

Menunaikan Janji, Merawat Marwah, Kado Indah Untuk Madrasah 
Wacana Publik

Menunaikan Janji, Merawat Marwah, Kado Indah Untuk Madrasah 

by Aas Arbi
Selasa, 5 Mei 2026 12:54

Penulis: Ocit Abdurrosyid Siddiq, Ketua FKKMS Provinsi Banten Duduk di tepian Pantai Binuangeun sambil menatap ufuk timur Pantai Karang Seke...

Read moreDetails

Puasa Proses Pembentukan Jati Diri

Puasa Mengikis Kesombongan

Tragedi Administratif Misbahul dan Fenomena Inses Birokrasi dalam Struktur Masyarakat Sipil

Ramadan, Momentum Penyucian Jiwa

Ramadan, Legitimasi Spiritual dan Sosial 

Royal Baroe: Rebranding Pariwisata Kota Serang atau Riasan Semata?

Isra Mi’raj sebagai Kritik Teologis atas Elitisme dan Teknokrasi Indonesia

Isra Mi’raj Meneguhkan Tonggak Spiritual 

Nataru: Refleksi Nilai Kedamaian dan Kekuatan Toleransi Beragama 

Next Post
Siap-siap, Pemerintah Kasih Diskon Tiket Kereta, Kapal, dan Pesawat untuk Natal dan Tahun Baru 2026

Siap-siap, Pemerintah Kasih Diskon Tiket Kereta, Kapal, dan Pesawat untuk Natal dan Tahun Baru 2026

Tips Menabung Emas agar Bisa Beli Rumah Impian

Tips Menabung Emas agar Bisa Beli Rumah Impian

Klik Link sampai Main Game Hari Ini Dapat Saldo DANA Rp234 Ribu, Begini Caranya

Klik Link sampai Main Game Hari Ini Dapat Saldo DANA Rp234 Ribu, Begini Caranya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kabel pju dicuri

Kabel PJU di Gintung Sukadiri Tangerang Diambil Maling

Selasa, 19 Mei 2026 17:59
Jabatan sekda kota tangsel

Pengamat Harap BKN Segera Keluarkan Surat Pengukuhan Baru Jabatan Sekda Tangsel

Selasa, 19 Mei 2026 17:48
Serapan anggaran Banten 2026

Rakor dengan BKD, Komisi I DPRD Banten Evaluasi Serapan Anggaran Triwulan I 2026

Selasa, 19 Mei 2026 16:52
Pilkades PAW Ciruji di Lebak Berjalan Aman dan Kondusif

Pilkades PAW Ciruji di Lebak Berjalan Aman dan Kondusif

Selasa, 19 Mei 2026 16:45
Revitalisasi alun-alun Kota Serang

Revitalisasi dan Pembangunan Alun-alun Kota Serang Diundur

Selasa, 19 Mei 2026 16:24
Petugas Disnakkeswan Lebak tengah memeriksa kesehatan hewan kurban di Kecamatan Kalanganyar.

Disnakkeswan Lebak Intensif Periksa Kesehatan Hewan Kurban

Selasa, 19 Mei 2026 13:34
Kabel pju dicuri

Kabel PJU di Gintung Sukadiri Tangerang Diambil Maling

Selasa, 19 Mei 2026 17:59
Jabatan sekda kota tangsel

Pengamat Harap BKN Segera Keluarkan Surat Pengukuhan Baru Jabatan Sekda Tangsel

Selasa, 19 Mei 2026 17:48
Serapan anggaran Banten 2026

Rakor dengan BKD, Komisi I DPRD Banten Evaluasi Serapan Anggaran Triwulan I 2026

Selasa, 19 Mei 2026 16:52
Pilkades PAW Ciruji di Lebak Berjalan Aman dan Kondusif

Pilkades PAW Ciruji di Lebak Berjalan Aman dan Kondusif

Selasa, 19 Mei 2026 16:45
Revitalisasi alun-alun Kota Serang

Revitalisasi dan Pembangunan Alun-alun Kota Serang Diundur

Selasa, 19 Mei 2026 16:24
Petugas Disnakkeswan Lebak tengah memeriksa kesehatan hewan kurban di Kecamatan Kalanganyar.

Disnakkeswan Lebak Intensif Periksa Kesehatan Hewan Kurban

Selasa, 19 Mei 2026 13:34

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Kabel pju dicuri

Kabel PJU di Gintung Sukadiri Tangerang Diambil Maling

by Agung S Pambudi
Selasa, 19 Mei 2026 17:59

TANGERANG,RADARBANTEN.CO.ID - Sebuah kabel penerangan jalan umum (PJU) di jalan Kali Cirarab, Desa Gintung, Kecamamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang hilang dicuri...

Jabatan sekda kota tangsel

Pengamat Harap BKN Segera Keluarkan Surat Pengukuhan Baru Jabatan Sekda Tangsel

by Agung S Pambudi
Selasa, 19 Mei 2026 17:48

TANGSEL,RADARBANTEN.CO.ID- Pengamat Kebijakan Publik, Yanuar Winarko, ikut merespons soal status keabsahan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Bambang Noertjahjo....

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak