PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Lembur Mangrove Patikang di Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, terus berkembang menjadi kawasan konservasi dan ekowisata berbasis masyarakat.
Kawasan seluas 3 hektare yang dikelola Pokdarwis Putri Gundul ini kini mendapat dukungan dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan PT Chandra Asri Pacific.
Selain menjadi pusat konservasi dan penghasil bibit mangrove utama di Pandeglang, Lembur Mangrove Patikang juga dikenal sebagai destinasi wisata edukasi dengan aktivitas birdwatching, susur sungai dengan kano, dan perjalanan ke Pulau Liwungan.
Namun, tantangan masih ada, seperti gardu pandang lapuk, akses terbatas, minim media edukasi, serta ancaman banjir rob dan abrasi pantai.
Untuk mengatasi hal itu, UMN melalui Program Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat Kemdiktisaintek 2025 bersama Pokdarwis merancang gardu pandang baru dengan fungsi ganda, sebagai titik observasi wisata dan titik evakuasi bencana. Fasilitas dilengkapi binocular NC25X100 dan media eduwisata interaktif yang terhubung ke website.
“Pengembangan masyarakat berkelanjutan membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Proyek ini contoh nyata gotong royong lintas sektor,” ujar Fonita Theresia Yoliando, peneliti UMN, Jumat, 3 Oktober 2025.
Dukungan juga datang dari PT Chandra Asri yang membangun jalur trekking mangrove sepanjang 179 meter dari limbah plastik daur ulang multilayer sebanyak 5 ton. Inovasi ini jadi yang pertama di kawasan edu-ekowisata Banten.
“Material ini kuat, tahan lama, sekaligus wujud penerapan ekonomi sirkular,” jelas Hedista Rani Pranata, dosen UMN.
Empat mahasiswa UMN juga terlibat, yakni Elicia Valerina dan Brenda Alessandra (DKV), serta Viona Zheng dan Matthew Rafael Santoso (Arsitektur). Mereka mengembangkan media visual biodiversitas, desain interpretatif, dan rancangan teknis gardu pandang dengan pendekatan partisipatif.
Kepala Desa Citeureup, Oman Suherman, mengapresiasi dukungan UMN, PT Chandra Asri, dan mitra lain. Ia berharap pembangunan infrastruktur baru ini memperkuat daya tarik wisata sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana.
“Dengan keterlibatan semua pihak, Lembur Mangrove Patikang bisa jadi contoh eduwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan,” ujarnya.
Editor: Aas Arbi











