SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemprov Banten mendorong Bank Banten menjadi penyalur Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Hal itu sebagai salah satu solusi mengatasi backlog kepemilikan rumah di Banten yang mencapai 165 ribu unit.
Hal itu disampaikan Gubernur Banten Andra Soni dalam diskusi bersama Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho, jajaran Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Direksi Bank Banten, di Gedung Negara Provinsi Banten, Jumat, 3 Oktober 2025.
Pertemuan tersebut membahas peluang percepatan penyediaan perumahan rakyat di Banten.
Andra Soni menjelaskan, program KPR FLPP memberikan kemudahan dengan bunga rendah 5 persen sepanjang tenor maksimal 20 tahun, termasuk asuransi jiwa dan kebakaran.
“Momentum ini penting agar masyarakat segera merasakan manfaat program pemerintah pusat. Bahkan rencana akad massal di Banten sudah kami sampaikan ke Presiden Prabowo Subianto dan mendapat persetujuan,” katanya.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menambahkan, potensi pasar perumahan di Banten sangat besar. Selain backlog tinggi, lahan dinilai cukup tersedia dan banyak pengembang berkualitas.
Banten juga mendapat apresiasi nasional karena menempati peringkat keempat penyerapan program perumahan setelah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.
Direktur Utama Bank Banten, M. Busthami, memastikan pihaknya siap memperkuat langkah sebagai bank penyalur KPR FLPP.
“Kami sudah melakukan persiapan, termasuk pelatihan pegawai dan koordinasi dengan pihak terkait. Tinggal penyelesaian administratif dan teknis. Potensi pasar di Banten besar dan kami optimistis bisa ikut mendukung program 3 juta rumah dari pemerintah,” tegasnya.
Editor: Aas Arbi











